Komisi III DPRD Situbondo, Sidak Tambak di Pantai Padegan Tanjung Kamal

Iklan Semua Halaman

Komisi III DPRD Situbondo, Sidak Tambak di Pantai Padegan Tanjung Kamal

04/08/2023


Situbondo(jurnalbesuki.com) - Komisi III DPRD Situbondo, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tambak udang milik UD Sabar Rejeki Lancar di pantai Dusun Padegan, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo, terkait sengketa tapal batas tambak dengan bibir pantai setempat, Kamis (03/08/2023). 


Bahkan, dalam Sidak yang dipimpin langsung ketua Komisi III DPRD Situbondo, para wakil rakyat  didampingi manajer tambak UD Sabar Rejeki Lancar di Dusun Padegan, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo, dalam memantau pembangunan tanggul milik tambak udang tersebut.


Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin mengatakan, jika  Sidak merupakan tindaklanjut  pengaduan warga, untuk memastikan tapal batas tambak  dengan bibir pantai. Mengingat warga mengklaim pembangunan tanggul tambak UD Sabar Rejeki Lancar melebihi batas.


"Sehingga untuk rmerespon  pengaduan warga tersebut, kami memantau  langsung tapal batas tambak dengan pantai. Bahkan, kami juga memantau langsung  pembangunan tanggul yang dilakukan UD Sabar Rejeki Lancar,"bebernya.


Menurut dia, selain memantau langsung  pembangunan tanggul yang  dibangun diatas tanahnya tambak sepanjang 500 meter, para wakil rakyat juga memeriksa semua dokumen kepemilikan dan izin usahanya, dan ternyata semua dokumennya lengkap.


"Kalau dilihat dari persyaratan yang dimiliki oleh UD Sabar Rejeki Lancar dan pantai Tanjungkamal tidak ada yang dilanggar mulai dari PPG dan semacamnya, itu sudah memenuhi syarat,"katanya.


Lebih jauh Arifin menegaskan, jika dalam Sidak tersebut, komisi III memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik tambak UD Sabar Rejeki Lancar. Bahkan, tanggul sepanjang 500 meter itu dibangun diatas tanahnya sendiri,  yang sebelumnya diketahui  terkena abrasi.


"Jadi, komisi III memastikan tidak ada  pelanggaran yang dilakukan pemilik tambak UD Sabar Rejeki lancar,"pungkasnya.


Sementara itu, manager UD. Sabar Rejeki Lancar, Budiono mengatakan,  dirinya terus berusaha menyelamatkan tanahnya yang terkena abrasi, dengan cara membangun tanggul sepanjang 500 meter.


"Pembangunan tanggul sepanjang 500 meter ini dilakukan, karena  penanaman mangrove untuk menahan ombak sebelumnya  tidak berhasil,"katanya.


Budiono menegaskan, meski pembangunan tanggul ditambak menjadi  sorotan, namun pihaknya tidak khawatir dengan sorotan warga tersebut, karena tanggul sepanjang 500 meter itu, dibangun diatas tana tambak yang sebelumnya kena abrasi.


"Semua dokumen terkait dengan masalah itu semuanya sudah lengkap, sehingga kami tidak merasa khawatir. Karena surat-surat sudah lengkap, bahkan sertifikat sudah hak milik dan ijin pembangunannya juga sudah lengkap,"pungkasnya.(ary)