Bupati Jember Lepas 3.000 Mahasiswa Untuk KKN Kolaboratif Bertema Desa Cinta -->

Iklan Semua Halaman

Bupati Jember Lepas 3.000 Mahasiswa Untuk KKN Kolaboratif Bertema Desa Cinta

20/07/2026

Jember (jurnalbesuki.com) - Bupati Jember H. Muhammad Fawait hari ini, Senin (20/07/2026) memimpin pelepasan sedikitnya 3.000 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 diberbagai desa di lingkungan Kabupaten Jember.

Foto: Bupati Jember H. Muhammad Fawait Ditengah-tengah Mahasiswa Program KKN.(dok.ppid)

Acara akbar yang dihadiri jajaran Pejabat Pemkab Jember, Para Petinggi Perguruan Tinggi dan Forum Komunikasi  Pimpinan Daerah (Forkominda) itu dipusatkan di Alun-alun kota Jember.


Dalam sambutannya, Bupati Fawait mengusung tema Cinta sebagai basis gerakan mahasiswa ketika terjun melaksanakan tugas dan kewajiban akademiknya. "Program KKN tahun ini merupakan Gerakan Desa Cinta sebagai akronim dari Cerdas, Inovatif dan tangguh," ujar Bupati Fawait menjelaskan.


Fawait meminta agar semua peserta KKN yang terjun di Desa nantinya akan menjadi agen perubahan terutama perubahan validitas Data Kemiskinan Desil 2. Sehingga tugas prioritas kerjanya adalah menjalankan tiga hal yaitu melakukan verifikasi masyarakat kategori Desil 2, Mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan memvalidasi data peserta Jaminan kesehatan Kesehatan Nasional (JKN).


Pembaharuan data kemiskinan itu menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini ternyata masih sangat banyak ditemukan ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi riil masyarakat. Hal itu menyebabkan penyaluran bantuan sosial sering salah sasaran.


"Data yang akurat alkan menjadi fondasi kuat bagi kebijakan yang tepat. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa ikut memastikan data masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.


Masiswa, lanjut Fawait, memiliki energi besar yang harus disalurkan menjadi solusi yang bermanfaat kuat bagi masyarakat dan sangat idealis. Faktor itu diyakini akan menjadikan produk data kemiskinan akan lebih akurat dan mantap. 


"Lakukan tugas itu dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab karena menyangkut masa depan masyarakat desa terutama yang miskin. Oleh karena itu lakukan proses validasi itu secara langsung bertatp muka dan door to door," kata Fawait.


Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat yang masuk kategori desil 2 (tingkat kesejahteraan terendah) benar-benar terdata dengan akurat.


"Ketika pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan, pemerintah bisa tepat memberikan kepada orang yang tepat, memberikan kepada orang yang berhak," ujarnya.


Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menambahkan, Jember ini dikenal sebagai lumbung pendidikan dengan memiliki sekitar 31 perguruan tinggi. Namun, di sisi lain, Jember masih menduduki peringkat kedua dengan angka kemiskinan absolut terbanyak di Jawa Timur, setelah Kabupaten Malang.


"Kondisi ini sebagai paradoks yang harus segera dituntaskan. Lewat kolaborasi 3.000 mahasiswa ini, pemerintah daerah ingin membuktikan keberadaan kampus-kampus besar mampu menjadi motor penggerak utama penurunan angka kemiskinan," paparnya.(hans)