Surabaya (jurnalbesuki.com) - Jelang perhelatan akbar Mukatamr NU ke 35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur, Nama KH. Abdul Hakim Mahfudz yang dikenal dengan panggilan Gus Kikin mencuat sebagai kandidat Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar NU (PBNU) mendatang.
Muncuatnya nama Gus Kikin itu disebut-sebut merupakan penugasan dari Pengurus Wilayah Nu Jawa Timur secara resmi setelah rapat gabungan seluruh Jawa Timur di Surabaya.
Informasinya, PWNU telah melakaukan rapat koordinasi gabungan antara unsur Syuriah dan tanfidziyah dengan pimpinan Pengurus Cabang NU (PCNU) se Jawa Timur dan hasilya sebanyak 42 dari 45 pengurus cabang menyatakan dukungan kepada Gus Kikin untuk meju sebagai calon ketua PBNU.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir menegaskan penugasan tersebut merupakan keputusan kolektif organisasi, bukan keinginan pribadi maupun kelompok tertentu.”Penugasan Kiai Kikin itu bukan kehendak PWNU atau pribadi, tapi kesepakatan dalam beberapa kali rapat harian PWNU dan rapat koordinasi dengan PCNU kali ini juga sepakat untuk satu barisan," ujar Kiai Matin dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, Kiai Kikin memenuhi sejumlah kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NU. Selain berasal dari dzurriyah pendiri NU, Kiai Kikin memiliki pengalaman panjang di tingkat PBNU maupun PWNU, aktif dalam kaderisasi, mengelola pesantren, serta memiliki pengalaman di bidang usaha.
Kiai Matin mengatakan, pengalaman tersebut membuat Kiai Kikin dinilai mampu membangun organisasi secara profesional tanpa dibebani kepentingan pribadi. Ia menambahkan, Kiai Kikin juga memiliki komitmen mengembalikan tata kelola organisasi NU kepada semangat Qanun Asasi yang dirumuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.
"Beliau memiliki pengalaman yang lengkap dalam organisasi, kaderisasi, pesantren, bisnis, jadi secara ekonomi juga sudah selesai, sehingga tidak memikirkan untung dalam organisasi, tapi justru memikirkan upaya menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,”kata dia.(rep/hans)

Komentar