Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Ancaman penyakit akibat Stroke masih menjadi misteri dan ditakuti hampir semua orang. Pasalnya, banyak orang yang nampaknya tidak mengidap persoalan kesehatan apapun ternyata tiba-tiba terserang penyakit yang melumpuhkan bahkan membahayakan jiwa tersebut.
![]() |
| Foto: Ilustrasi Stroke.(dok.Unair) |
Saat ini stroke tidak hanya mengancam masyarakat berusia lanjut, banyak yang masih tergolong belia malah mengalami serangan stroke. Dan ketika itu terjadi, rata-rata sangat sulit mengobati dan mengembalikan ke kondisi semula.
Para ahli kesehatan menyebut stroke sebagai sebuah ancaman kesehatan yang bisa dalam sekejab merubah manusia secara drastis dan sekejab. Meski ada faktor yang tidak bisa diubah seperti usia dan genetik, risiko stroke sebenarnya bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup, terutama dari apa yang kita makan.
Oleh karena itu, semua orang harus mewaspadai serangan stroke agar sedini mungkin bisa menghindarinya. Tent saja untuk kepentingan diperlukan informasi yang jelas dan lebih detil tentang seluk beluk serangan stroke itu sendiri.
Seorang ahli kardiologi intervensi bernama Dr. Cheng-Han Chen MD dari Memorialcare Saddleback Medical Centre menyatakan bahwa pola makan sehat dari seseorang akan sangat berpengaruh terhadap serangan stroke. Kandungan makanan yang dikonsumsi harus ditakar pada masalah Kolesterol, keasaman hingga kadar gula darah.
Pola makan yang dianjurkan umumnya mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Itu merupakan pola makan khusus untuk menurunkan tekanan darah), dan ada juga diet Mediterania yang kaya akan bahan makanan nabati serta lemak sehat.
"Diet yang kaya makanan anti-inflamasi (pereda peradangan) dan nutrisi yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka dapat meningkatkan fleksibilitas arteri serta mengurangi pembekuan darah," jelas Scott Keatley, RDN, dari Keatley Medical Nutrition Therapy.
Dikutip dari laman Prevention, berikut 8 makanan yang direkomendasikan ahli gizi dan dokter spesialis jantung untuk membantu menurunkan risiko stroke:
1. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, dan arugula kaya akan nitrat. Dalam tubuh, nitrat diubah menjadi oksida nitrat, senyawa yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar dan tekanan darah menurun.
Sayuran hijau juga kaya vitamin K yang membantu mengatur proses pembekuan darah atau koagulasi.
2. Buah Citrus
Berbagai macam buah jeruk, termasuk jeruk bali, mengandung vitamin C, folat, serta kalium yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi. Serat larut di dalamnya juga efektif memangkas kadar kolesterol jahat.
Meski begitu, konsumsi jeruk bali sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu, karena dapat memicu interaksi obat.
3. Kacang Kenari
Kenari kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), yaitu jenis asam lemak omega-3 nabati. Studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kenari dapat menekan kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau 'kolesterol jahat', yang sering menjadi pemicu utama penyumbatan pembuluh darah.
4. Yogurt
Selain kaya kalsium dan kalium, yogurt mengandung probiotik yang berkontribusi menyeimbangkan kadar lemak atau lipid darah serta menurunkan tekanan darah. Disarankan untuk memilih yogurt yang rendah gula atau plain.
5. Oat
Makanan tinggi serat ini kaya akan magnesium dan vitamin B. Serat larut pada oat membantu menjaga stabilitas gula darah, dan mencegah lonjakan insulin yang bisa merusak pembuluh darah jika terjadi terus-menerus.
6. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel kaya akan EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan jenis asam lemak omega-3 yang dapat membuat trombosit (sel pembeku darah) menjadi tidak terlalu 'lengket'.
Hal tersebut dapat meminimalkan risiko gumpalan darah yang bisa saja menyumbat di otak.
7. Makanan Kaya Serat Larut
Apel, pir, wortel, dan ubi jalar mengandung serat larut yang akan berubah menjadi gel di saluran pencernaan. Proses ini memperlambat penyerapan gula dan menyerap kolesterol jahat sebelum masuk ke aliran darah.
8. Protein Nabati
Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam merupakan sumber protein bebas lemak jenuh. Mengganti sebagian protein hewani dengan protein nabati terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen.
Makanan dan Minuman Pendukung Lainnya
Selain makanan-makanan di atas, ada beberapa asupan lain yang juga memiliki efek perlidungan terhadap pembuluh darah, jika dikonsumsi dengan bijak, seperti:
- Kopi dan teh hijau: Kaya akan senyawa polifenol dan katekin yang bertindak sebagai antioksidan untuk - mengurangi stres oksidatif atau kerusakan sel akibat radikal bebas.
- Buah bit atau beet: Tinggi kandungan nitrat alami untuk mendukung pembentukan oksida nitrat.
- Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk fleksibilitas pembuluh darah.
- Cokelat hitam atau dark chocolate: Mengandung flavonoid yang dapat membantu merilekskan pembuluh darah dan sedikit menurunkan tekanan darah.(dtk/hans)

Komentar