Bupati Tak Hadir Rapat Paripurna, DPRD Situbondo Soroti Dana Bansos dan Kesejahteraan Honorer

Iklan Semua Halaman

Bupati Tak Hadir Rapat Paripurna, DPRD Situbondo Soroti Dana Bansos dan Kesejahteraan Honorer

04/07/2023


 Situbondo (jurnalbesuki.com) - DPRD Kabupaten Situbondo, menggelar  rapat paripurna dengan agenda pembahasan dan persetujuan rancangan  Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2022, dan persetujuan rancangan Perda pajak dan distribusi daerah, Selasa (4/7/2023).


Sayangnya, rapat paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD Edy Wahyudi, diketahui tidak dihadiri oleh Bupati Situbondo Karna Suswandi, dengan alasan yang tidak jelas. Sehingga sejumlah wakil rakyat mengaku kecewa, dengan tidak hadirnya Bupati Karna Suswandi.


Selain itu, sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Situbondo, juga menyoroti dana bantuan sosial (Bansos) yang dianggap luar biasa anggarannya, sehingga dipertanyakan target dan sasarannya. Bahkan, sejumlah fraksi juga mempertanyakan tentang  kesejahteraan para honorer.

 

Bahkan,  sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Situbondo, sempat dihentikan atau diskors selama satu jam, lantaran   pihak eksekutif harus menyelesaikan jawaban atas  pandangan umum dari fraksi PKB dan gabungan lima Fraksi DPRD Kabupaten Situbondo.


Janur Sastra Ananda,  ketua  Fraksi Demokrat,  mengaku tidak paham dengan  ketidakhadiran Bupati Situbondo dalam sidang paripurna.

Padahal, ada beberapa hal yang akan disampaikan langsung kepada Bupati Situbondo, sebagai bentuk kemitraan setara dan sejajar.


"Saya akan menyampaikan hal penting kepada pak bupati, tapi kalau diwakili wabub ya tak apa apa," ujar Janur.


Menurutnya, pihaknya mengaku  kecewa dan memaklumi ketidak hadiran bupati dalam sidang paripurna ini, namun pihaknya berharap pesan yang disampailan kepada bupati  Situbndo 


"Salah satu pesan penting itu, karena ada anggaran yang sudah dua tahun tidak terserap serta bagaimana kesejahteraan para honorer,"katanya.


Janur menegaskan,  pihaknya juga akan mempertangayakan daya serap anggaran untuk K2 yang tidak diserap, agar anggaran itu dilalihkan untuk kegiatan yang berfungsi.


"Kalau yang dari Demokrat hanya dua poin, kecilnya serapan anggaran karena masih banyak OPD yang belum tau terkait aturan baru,"bebernya.


H Tolak Atin, ketua Fraski PKB mengatakan, pihaknya  berharap setiap paripurna bupati  harus  hadir, apalagi paripurna masalah  uang bekaitan dengan pertanggungjawaban  bupati sebagai kepala daerah Kabupaten Situbondo.


"Saya harap setiap momen ini bupati harus hadir, sebab itu menunjukkan komunikasi baik dan kinerja yang bersinergi antara eksekutif dengan DPRD," katanya.


Menurut dia,  dalam sidang paripurna itu akan ada penyampaian pandangan umum dari  fraksi terkait permasalahan permasalahan dan masukam yang disampaikan fraksi.


"Maka dari itulah bupati harus hadir secara langsung untuk mengetahui dan mendengarkan secara langsung masukan dan pertanyaan dari masing-masing  fraksi," ujarnya. 


Sementara itu, Wabup  Situbondo, Nyai Hj Khoirani mengatakan, ketidak hadiran bupati dalam sidang paripurna karena ada undangan acara  di Kecamatan Sumbermalang dan di Mapolda Jatim.


"Tadi sudah hitung hitungan waktu, dan bupati tidak mungkin datang. Itupun yang ke Surabaya pakai patwal, khawatir tidal nutut," kata Wabuk Khoirani.


Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi mengatakan, agenda sidang paripurna ini bukan LPKPJ, melainkan Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2022. Dalam rapat paripurna ini  bupati wajib  untuk menyampailan pertanggungjawaban realisasi terhadap penggunaan APBD pada  tahun 2022 lalu.


"Tadi sudah ada penjelasan yang wakili wakil bupati terkait penjelasan pertanggungjawaban APBD," ujarnya.


Menurutnya,  p DPRD akan menindaklanjutnya melalui mikanisme yang ada  di DPRD, baik itu melalui forum di komisi komisi dengan mitra kerjanya masing masing maupun badan anggaran dengan PAPD.


"Tentu hasil seluruh rangkaian pembahasan itu, mulai paripurna sampai pembahasan ditingkat komisi dan badan anggaran akan kami rangkum melalui paripurna,"imbuhnya.


Edy menegaskan, melalui paripurna akan melakukan  evaluasi dan akan memberikan catatan catatan bagi pemerintah kabupaten terhadap pelaksanaan atau realisasi penggunaan anggaran di APBD tahun 2022 lalu.


"Dalam rapat paripurna, sejumlah fraksi menyoroti kinerja bupati karna, terutama berkaitan dengan banyaknya anggaran yang belum terserap. Sehingga menimbulkan Silpa yang cukup besar. Bahkan, sejumlah fraksi juga  mempertanyakan hibah bansos," pungkasnya.(ary)