Hidup Hanya Dengan Satu Paru-paru, Bisakah?

Iklan Semua Halaman

Hidup Hanya Dengan Satu Paru-paru, Bisakah?

19/04/2022


 jurnalbesuki.com - Paru-paru adalah organ sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Paru-paru adalah bagi penting dari sistem pernafasan manusia. Sedangkan tugas utama dari sistem pernafasan adalah menyebarkan aliran udara segar itu kedalam tubuh sekalian membuang gas-gas dalam tubuh yang tidak terpakai.


Jika dilihat dari fungsinya, maka Paru-paru adalah organ penentu kesehatan manusia. Jika organ itu terganggu apakah yang akan terjadi pada tubuh manusia?. Pertanyaan akan diurai pada paparan beriku. 


Dilansir dari WebMD, dalam kebanyakan kasus, satu paru-paru yang sehat seharunya mampu memberikan oksigen yang cukup dan mengeluarkan karbon dioksida agar tubuh tetap sehat. Setelah seseorang pulih dari operasi pengangkatan paru-paru yang disebut pneumonektomi, ia dapat menjalani kehidupan yang cukup normal dengan satu paru-paru.  


Ia masih dapat melakukan tugas normal sehari-hari tanpa masalah. Namun, kapasitas paru-paru akan menjadi setengah dari sebelumnya. Jadi, mungkin orang dengan satu paru-paru akan lebih mudah terengah-engah, terutama saat berolahraga.  Orang dengan satu paru-paru juga lebih mungkin mengalami rasa sakit, kelelahan, masalah jantung, dan beberapa masalah kesehatan lainnya.


Jika memiliki kondisi yang memengaruhi paru-paru, seperti emfisema atau bronkitis kronis , ini mungkin akan membuat lebih sulit mengatur napas dari sebelumnya. Sebaiknya, langsung bicarakan dengan dokter tentang gejala apa pun yang dialami dan mintalah perawatan yang dapat membantu bernapas lebih mudah.


Risiko dan bahaya pengangkatan satu paru-paru 


Meskipun mungkin untuk hidup tanpa paru-paru, ada beberapa risiko yang mungkin dialami. Dilansir dari Medical News Today, operasi untuk mengangkat salah satu paru-paru adalah operasi berisiko tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi, bahkan kematian. 


Kemungkinan komplikasi yang terkait dengan operasi pengangkatan satu paru-paru meliputi:


1. Gagal napas 

2. Pendarahan berlebihan dan syok 

3. Irama jantung yang tidak normal atau aritmia

4. Aliran darah berkurang 

5. Pembekuan darah di paru-paru atau emboli paru 

6. Radang paru-paru 


Proses pneumektomi melibatkan membuat sayatan di sisi tubuh untuk mengangkat paru-paru. Ruang yang tersisa setelah mengeluarkan paru-paru akan terisi dengan udara.  


Selama pemulihan, seseorang mungkin merasakan sakit atau tekanan di perut karena udara ini bergeser dan berasimilasi ke dalam tubuh.  Seiring waktu, paru-paru lainnya akan sedikit mengembang untuk mengambil sebagian dari ruang ini. Ruang yang tersisa secara alami akan terisi dengan cairan.


Setelah operasi berhasil, pasien masih membutuhkan waktu untuk pulih.  Pemulihan penuh tanpa komplikasi mungkin membutuhkan waktu selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Saat pulih dan bahkan setelahnya, orang dengan satu paru-paru perlu menyadari kondisinya dan mungkin harus mengurangi tingkat aktivitasnya secara signifikan.(kompas/hans)