Jombang (jurnalbesuki.com) - Panitia Pelaksana (Panpel) Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 di Jombang akahir Agustus 2026 semakin menunjukkan perkembangan signifikan. per hari ini, Senin (10/08/2026) Daftar Peserta Sementara (DPS) Muktamar yang diverifikasi telah mencapai 95 persen.
![]() |
| Foto: Sekjen PBNU H. Saifullah Yusuf.(dok.istimewa) |
Demikian diungkap Sekjen PBNU H. Saifullah Yusuf yang juga ketua pelaksana Muktamar NU di Jombang. Pria yang biasa disapa Gus Ipul itu menyampaikan perkembangan persiapan Muktamar kepada sejumlah awak media ketika meninjau Persiapan Muktamar di Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha).
"Total target dari kepengurusan yang menjadi dasar kepesertaan pada Muktamar nanti kisaran 560 peserta. Saat ini sudah masuk dan sudah lebih dari 525 atau sekitar 95 persen," ujar Gus Ipul, Senin (10/08/2026).
Pemutahiran yang dilakukan panitia terhadap DPS tidak hanya fokus pada pendataan kepesertaan saja. Namun juga mencakup pada keabsahan kepengurusan NU WIlayah dan Cabang sehingga dapat memliki hak penuh dan sah untuk mengikuti agenda forum tertinggi di tubuh NU tersebut.
Hingga saat ini, Pengurus Besar (PB) NU terus melakukan proses penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi pengurus tingkat Wilayah dan Cabang yang memenuhi ketentuan organisasi. Penerbitan SK itu merupakan salah satu upaya PBNU untuk memastikan peserta berhak dapat difailitasi sesuai mekanisme yang ditentukan.
“Intinya kita ingin hak cabang dan wilayah untuk ikut Muktamar bisa dilakukan, bisa difasilitasi dengan menerbitkan SK yang sah,” imbuh Gus ipul.
Gus Ipul memastikan proses pemutakhiran DPS terus dikawal agar peserta Muktamar ke-35 NU benar-benar berasal dari kepengurusan yang memiliki legitimasi organisasi.
Dengan capaian lebih dari 95 persen, PBNU optimistis pemutakhiran DPS Muktamar ke-35 NU dapat segera diselesaikan menjelang pelaksanaan acara yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan menjadi momentum bagi organisasi untuk membahas berbagai agenda strategis serta arah perkembangan NU ke depan.(bjc/hans)

Komentar