Jombang (jurnalbesuki.com) - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa sebanyak 501 kepengurusan tingkat wilayag, cabang dan cabang istimewa telah terdaftar sebagai peserta sementara Muktamar NU ke 35 yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Agustus 2026 mendatang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.
![]() |
| Foto: Sekjend PBNU H Saifulla Yusuf.(dok.istimewa) |
Demikian disampaikan H. Saifullah Yusuf ketika rapat koordinasi panitia Muktamar ke-35 NU yang digelar di MAN Tambakberas, Jombang, Senin (3/8/2026). Menurutnya penetapan DPS Tahap I pada 1 Agustus 2026 merupakan bagian dari proses verifikasi kepesertaan menjelang Muktamar.
"Berdasarkan pengumuman tertanggal 1 Agustus 2026, sebanyak 501 kepengurusan NU masuk dalam DPS Tahap I," kata Saifullah Yusuf, sekretaris Jenderal PBNU menjelaskan.
Menurut dia, daftar tersebut disusun berdasarkan pemutakhiran data kepengurusan hingga 31 Juli 2026.
"Masih ada sejumlah PWNU lainnya yang saat ini masih berproses. Setelah 15 Agustus 2026 nanti akan ditetapkan daftar peserta tetap," kata dia.
PBNU memperkirakan jumlah peserta Muktamar ke-35 NU mencapai sekitar 560 kepengurusan dari tingkat wilayah, cabang, hingga cabang istimewa. Setiap kepengurusan akan mengirimkan empat delegasi.
Saat ini, PBNU masih melakukan verifikasi dan pencermatan data kepesertaan. Hasilnya akan menjadi dasar penetapan DPS Tahap II yang dijadwalkan pada 7 Agustus 2026 sebelum ditetapkan sebagai DPT.
Saifullah mengatakan jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena pengurus wilayah dan cabang terus melengkapi persyaratan administrasi agar dapat mengikuti muktamar.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran NU di berbagai tingkatan mematuhi mekanisme pendataan peserta agar seluruh tahapan persiapan Muktamar ke-35 NU berjalan tertib sesuai ketentuan organisasi.
"PBNU ingin memastikan seluruh proses berjalan terbuka dan sesuai dengan ketentuan organisasi sehingga tidak ada keraguan mengenai kepesertaan," kata Saifullah.(antara/hans)

Komentar