Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Pernahkah lutut anda berbunyi 'Kretek' atau 'klek' ketika bangkit dari duduk lesehan, kursi, menaiki tangga atupun ketika gerakan berjongkok? atau pernahkah lutut anda terasa tidak nyaman ketika duduk bersila dalam waktu agak lama?
![]() |
| Foto: Ilutrasi nyeri bagian Lutut.(dok.istimewa) |
Secara teori memang lutut anda pasti menunjukkan ada persoalan jika berbunyi atau merasa tak nyaman ketika dipake aktifitas. Banyak orang merasa sedikit panik karena persoalan bunyi dibagian lutut. Bahkan ada yang mengira bahwa lutut sedang mengalami pengeroposan tulang atau pengapuran.
Namun, jika faktor-faktor diatas terjadi apakah berbahaya?
Seorang ahli orthopedi dari Apolo Hospital Jayanagar India Dokter Rohit Puri menjelaskan bahwa bunyi pada lutut ketika digerakkan tidak selalu identik dengan adanya penyakit serius.
Dalam banyak kasus yang ditanganinya, ternyata bunyi kretek atau klek pada lutut ternyata merupakan respon fisiologis yang wajar dari tubuh ketika digerakkan.
"Suara yang keluar dari lutut tidak selalu menandakan adanya penyakit atau kelainan. Ada beberapa suara yang dapat terjadi sebagai bagian dari proses fisiologis normal," jelas dr Puri yang dikutip dari Times of India.
Ia mengungkapkan, fenomena yang kerap disebut crepitus ini umumnya dipicu oleh pelepasan gelembung gas nitrogen atau karbon dioksida di dalam cairan pelumas sendi. Saat lutut ditekuk atau diregangkan, gelembung tersebut pecah dan menghasilkan bunyi letupan.
Hal senada disampaikan oleh Direktur di Robotic Knee and Minimally Invasive Hip Replacement Sarvodaya Hospital, dr Pankaj Walecha. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu cemas selama bunyi tersebut tidak diiringi keluhan lain.
"Dalam kebanyakan kasus, suara-suara ini sepenuhnya tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak," papar Dr Walecha.
Sinyal Bahaya yang Tak Boleh Diabaikan
Meski sebagian besar tergolong aman, kondisi ini tentu tak boleh disepelekan. dr Puri menekankan bunyi pada lutut berubah menjadi kondisi patologis atau mengindikasikan masalah medis, jika disertai beberapa gejala penyerita.
Gejala yang wajib diwaspadai meliputi:
- Rasa nyeri atau sakit yang tajam.
- Pembengkakan di area sekitar sendi.
- Sendi terasa mengunci atau locking, sehingga sulit diluruskan.
- Lutut terasa tidak stabil, gampang 'lemas', atau seperti mau 'copot'.
Kondisi tersebut bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius. Mulai dari osteoarthritis (pengapuran sendi), cedera meniskus, kerusakan ligamen, hingga timbulnya serpihan tulang rawan (loose bodies) yang tersangkut di sela-sela sendi.
Bukan Berarti Tulang Melemah
dr Walecha meluruskan anggapan salah kaprah mengenai tulang yang makin rapuh saat berbunyi. Menurutnya, bunyi tersebut murni berasal dari pergerakan jaringan lunak atau cairan sendi, bukan karena gesekan antar-tulang yang mengikis.
Untuk menjaga kekuatan sendi lutut jangka panjang, ia membagikan beberapa tips praktis:
Jaga berat badan tetap ideal agar beban tekan pada lutut berkurang.
- Hindari kebiasaan duduk terlalu lama tanpa selingan bergerak.
- Rutin melakukan olahraga low-impact, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang.
- Perkuat otot paha, pinggul, dan core untuk membantu menopang postur tubuh.
"Jika bunyi lutut bertahan lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan ke dokter spesialis orthopedi. Penanganan sejak dini sangat efektif mencegah kerusakan sendi yang lebih parah," tutup dr Walecha.(detik/hans)

Komentar