Pria di Banyuwangi Lakukan KDRT dan Tikam Perut Istri Siri Hingga Tewas -->

Iklan Semua Halaman

Pria di Banyuwangi Lakukan KDRT dan Tikam Perut Istri Siri Hingga Tewas

10/08/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Wanita muda bernama Yuni Kosayah (25) warga Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur tewas setelah ditusuk suaminya, Supriadi (31). Luka parah dibagian perut Yuni membuatnya tak mampu bertahan dan meninggal ketka dibawa ke rumah sakit.


Foto: Polisi mengamankan pelaku penusukan istri siri(dok.detik)

Kejadian itu berlangsung dirumah suami istri tersebut di Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi, Minggu (09/08/2026) pagi. Pasangan itu menurut informasi yang beredar memang sering cekcok urusan rumah tangga.


Suami yang melihat istri terluka langsung melarikannya ke Puskesma dengan dibonceng sepeda motor. Namun nyawa Yuni tak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit.


Polisi langsung bergerak mengamankan Supriyadi lengkap dengan barang bukti pisau dapur yang dipakai untuk menikam istrinya. 


Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan pelaku bersama adiknya sempat berusaha melakukan penyelamatan terhadap Yuni dengan melarikan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas menolak. Korban lalu dilarikan ke RS. Al Huda Genteng untuk mendapatkan pertolongan.


"Korban memang sempat dilarikan ke Rumah Sakit tapi sebelum itu dibawa terlebih dahulu ke Puskesmas," ujar Kompol Lanang, Minggu (09/08/2026).


Kompol Lanang menyatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang kejadian yang merengut nyama istri siri Supriadi tersebut. 


"Kami mendapat laporan dari warga dan langsung tindak lanjut, ternyata benar korban mengalami luka tusukan di perut," terang Lanang.


Yuni diketahui merupakan warga Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, sedangkan Supriadi merupakan warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. Setelah menikah secara siri, keduanya tinggal bersama di Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri.


Peristiwa penusukan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB di rumah pasangan tersebut. Saat kejadian, Yuni diduga sedang memasak, sementara warga sekitar sebelumnya sudah mengetahui pasangan tersebut kerap terlibat pertengkaran.


Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap secara detail rangkaian peristiwa penusukan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan barang bukti juga dikumpulkan.


"Saat ini olah TKP sudah cukup dan kami sudah melakukan rekonstruksi awal untuk mengetahui secara detail informasi peristiwa," katanya.


Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi dan motif penusukan secara utuh. Supriadi saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyuwangi.


Supriadi diamankan polisi di rumahnya tanpa perlawanan. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita pisau dapur yang diduga digunakan untuk menganiaya Yuni.


Sementara salah satu tetangga, Riadi Purwanto mengatakan cekcok antara Yuni dan Supriadi bahkan sudah terdengar sejak malam sebelum kejadian. Karena pertengkaran tersebut dianggap sudah sering terjadi, warga tidak menyangka perselisihan kali ini berujung pada kematian.


"Wes koyok sego jangan (sudah biasa) ribut jadi kami kira tidak akan sampai begini. Karena hampir setiap hari itu ribut," terangnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).


Riadi mengaku tidak melihat langsung peristiwa penusukan karena terjadi di dalam rumah. Namun, sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, dia mengetahui Supriadi bersama adiknya membawa Yuni untuk mendapatkan pertolongan medis.


"Sekitar jam 6 apa jam 7 gitu ya dibonceng ke rumah sakit dengan adik pelaku tapi tidak tahu meninggalnya disini apa di rumah sakit," kata Riadi.(detik/hans)