Perkuat Kesiapan Penerbangan, Kantor SAR Banyuwangi Jalin Kerjasama Dengan Bandar Udara Noto Hadinegoro -->

Iklan Semua Halaman

Perkuat Kesiapan Penerbangan, Kantor SAR Banyuwangi Jalin Kerjasama Dengan Bandar Udara Noto Hadinegoro

14/08/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Manajemen Bandar Udara Noto Hadinegoro Jember. Kesepakatan tertulis itu bertujuan utuk memperkuat sinergi dibidang pencarian dan pertolongan bersama dalam situasi kedaruratan.


Foto: Kerja sama antara kantor SAR Banyuwangi dengan Manajemen Bandara Noto Hadinegoro.(dok.banyuwangihits)

Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan bahwa kerja sama antara pihaknya dan Bandar Udara Noto Hadinegoro itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sistem keselamatan penerbangan.


Perkembangan dan peningkatan aktifitas penerbangan di Kabupaten Banyuwangi dan Jember saat ini perlu diimbangi dengan kesiapan unsur pendukung terutama dalam menghadapi kemungkinan buruk dan darurat. Kesiapan itu mencakup personil, sarana dan prasarana, komunikasi hingga prosedur operasi yang jelas.


“Kerja sama ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, peran, prosedur, dan mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat,” ujar I Made Oka Astawa.


Menurutnya, sinergi antara kedua pihak akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, latihan bersama, tabletop exercise, simulasi penanganan keadaan darurat, serta evaluasi terhadap prosedur dan mekanisme koordinasi.


“Dalam operasi SAR, kecepatan, ketepatan dan keselamatan merupakan satu kesatuan. Kita harus mampu bergerak cepat, mengambil tindakan yang tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” tegasnya.


I Made Oka Astawa menegaskan, keberhasilan operasi SAR tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.


“Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Bandara, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, BMKG, AirNav, unsur kebencanaan, dunia akademis, media, dan masyarakat harus menjadi satu ekosistem keselamatan,” ungkapnya.(bwihits/hans)