Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Saat melakukan aktifitas sehari-hari, tiba-tiba keringat dingin deras mengalir disertai rasa mual, pusing, atau muntah. Sebagian orang hanya menganggap kejadia itu hanyalah dampak karena aktifitas tubuh yag cenderung padat dan banyak gerak.
![]() |
| Foto: serangan jantung pada perempuan.(dok.halosehat) |
Padahal gejala seperti diatas bisa jadi sebagai sinyal bahwa anda sedang mengalami gangguan jantung. Begitulah gejala gangguan jantung yang kadang samar sehingga tidak disadari oleh kita. Gangguan jantung bisa terjadi dengan gejala samar tanpa nyeri seperti umumnya, terutama pada kaum perempuan.
Para ahli jantung menyebut seringkali gejala gangguan jantung pada perempuan sangat samar karena tidak mengalami nyeri pada bagian dada yang merupakan khas gangguan jantung. perempuan sering merasakan gejala yang lebih samar dan tidak spesifik. Akibatnya, banyak kasus terlambat terdeteksi karena gejala awal dianggap sebagai keluhan biasa.
Salah seorang Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ika K Dhanudibroto, SpJP, SubspKI(K), FIHA, menyatakan erempuan banyak yang tidak menyadari bahwa gejala yang dialaminya berkaitan dengan serangan jantung.
“Perempuan sering mengalami gejala yang jika dirasakan tidak berhubungan dengan serangan jantung, sehingga cenderung tidak menyadarinya atau bahkan menunda untuk memeriksakan diri,” ujarnya sebagaimana dilansir laman kompas beberapa waktu lalu.
Menurut dr Ika, serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada atau sensasi tertekan pada dada yang dapat disertai sesak napas, nyeri di leher, rahang, bahu, punggung atas, perut bagian atas, maupun ketidaknyamanan pada satu atau kedua lengan. Namun, dalam beberapa kasus, serangan jantung juga dapat terjadi tanpa keluhan nyeri dada.
“Pada perempuan, gejalanya bisa lebih tidak khas, seperti mual dan muntah, keringat dingin, pusing, kehilangan keseimbangan, kelelahan yang tidak biasa, hingga rasa terbakar di dada yang sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan,” jelas dr Ika.
Selain gejala yang berbeda, perempuan juga memiliki sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai. Obesitas, kebiasaan merokok, dan kadar kolesterol tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Meski laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko mengalami penyakit jantung, perempuan memiliki faktor tambahan yang berkaitan dengan kondisi biologisnya.
“Menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes juga dapat meningkatkan risiko,” kata dr Ika.
Oleh karena itu, perempuan disarankan lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh, termasuk nyeri dada maupun gejala ringan yang muncul secara tidak biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab keluhan lebih cepat dan meningkatkan peluang penanganan yang optimal.
Pentingnya penanganan cepat
Untuk mendukung deteksi dan penanganan dini kasus nyeri dada, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan Chest Pain Unit yang menawarkan pemeriksaan awal secara menyeluruh.
Apabila ditemukan tanda-tanda serangan jantung, pasien dapat segera memperoleh penanganan melalui layanan Cardiac Emergency 24 jam yang didukung tenaga medis dan fasilitas khusus penanganan penyakit jantung.
Layanan tersebut menerapkan protokol door-to-balloon, yakni standar penanganan untuk mempercepat tindakan pemasangan ring jantung (primary percutaneous coronary intervention atau PCI) pada pasien serangan jantung.
Kesiapan layanan juga didukung fasilitas catheterization laboratory (Cath Lab) untuk membantu proses diagnosis dan tindakan medis secara cepat dan akurat.
Selain itu, dokter spesialis anestesi siaga selama 24 jam untuk menangani pasien yang memerlukan tindakan bedah maupun perawatan intensif.(kompas/hans)

Komentar