Statement Bos Baru BGN Nanik S Deyang : Sekolah Kaya Bisa Tak Dapat MBG -->

Iklan Semua Halaman

Statement Bos Baru BGN Nanik S Deyang : Sekolah Kaya Bisa Tak Dapat MBG

08/06/2026

Jakarta (jurnalbesuki.com) - Tak berselang lama setelah resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Ri H. Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang langsung mengeluarkan pernyataan menyengat dan mengagetkan.


Foto: Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Usai Dilantik Presiden.(dok.detik)

Usai acara pelantikan yang dilaksanakan di Istana Negara pada Senin (08/06/2026) siang itu Nanik menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu yang akan dilakukan adalah tidak memberikan MBG kepada sekolah-sekolah yang masuk kategori kaya. 


Alasan Nanik tidak akan memberikan Program MBG kepada sekolah kaya tersebut karena dapat dipastikan kebutuhan gizi yang diperlukan para siswa sekolah itu sudah bisa dipenuhi oleh para orang tua atau wali murid sekolah itu sendiri.


"Kami akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat MBG. Refocusing itu adalah apakah masiih perlu, rasanya sih tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya dapat MBG. Kan ini pasti dirumah gizinya sudah pasti lebih bagus," ujar Nanik usai dilantik sebagaimana dilansir detik pada senin siang (08/06/2026).


Kedepan, kata Nanik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan lebih banyak diarahkan kepada penerima yang memang benar-benar membutuhkan interensi Pemerintah dalam hal pemenuhan gizi siswa sekolah.


"Jadi kedepan kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Nah, ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang saat ini ada ini benar tuh 63 juta ini butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," ujar Nanik menjelaskan.


Selain refocusing penerima MBG, BGN akan melakukan moratorium atau menghentikan sementara pembukaan SPPG atau Dapur baru MBG.


"Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Bila per hari ini totalnya 27.877. Jadi, per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877. Nah, kita hentikan dulu ke situ. Kita akan tata," beber Nanik.


Selanjutnya, akan fokus menyediakan MBG pada daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, terluar. Caranya, bekerja sama dengan CSR BUMN ataupun menggunakan hibah untuk membangun Dapur Umum dan tidak membebankan APBN.(detik/hans)