Tumpukan Pusat Pembuangan Sampah Jember Menjulang Hingga Puluhan Meter, Butuh Segera Ditangani Serius -->

Iklan Semua Halaman

Tumpukan Pusat Pembuangan Sampah Jember Menjulang Hingga Puluhan Meter, Butuh Segera Ditangani Serius

20/04/2026

Jember (jurnalbesuki.com) - Problem penanganan sampah di Kabupaten Jember sebenarnya sudah sering jadi perbincangan para petinggi kabupaten dan pengambil kebijakan. Selain itu, keluhan warga terhadap keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Pakusari juga terus terdengar karena bau tak sedap.



Namun hingga kini belum ada langkah penyelesaian terhadap problem sampah tersebut. Sementara kiriman sampah yang masuk ke beberapa zona dalam setiap bisa mencapai 240 ton. 


Sampah yang didominasi buangan barang bekas makan dan bungkus seperti kardus, botol air mineral, plastik bungkus makanan, dan jenis sampah dapur terus menumpuk menjulang hingga mencapai ketinggian 35 meter.


Saat ini, lahan pembuangan sampah yang berdiri diatas tanah seluas hampir 7 hektare dan beroperasi sejak tahun 1992 itu nampak sudah tidak mampu menampung lebih banyak lagi. Tumpukan yang mencapaii 35 meter itu menjadi pertanda tagas karena batas maksimal penumpukan hanya sampai 4 meter saja.


Warga sekitar lokasi TPA menjadi resah terhadap kondisi itu. Selain aroma yang timbul, mereka juga merasa bahwa tumpukan sampah menjulang tinggi hingga puluhan meter itu bisa menjadi semacam bom waktu yang bisa saja meledak dan mencelakai.


Bagaimana sikap pemerintah Kabupaten Jember untuk menyelesaikan problem serius itu? 


Secara khusus Pemkab Jember sangat serius mencari solusi terhadap persoalan sampah yang menjadi keluhan dan perhatian banyak pihak. 


Kepada sejumlah wartawan yang menanyakan perihal TPA Pakusari yang overload, Bupati Jember H. Muhammad Fawait secara tegas menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun program perencanaan penanganan sampah yang nanti akan dimasukkan dalam APBD 2026-2027.


"Hari ini kami sedang bekerja keras merumuskan opsi dan pola kebijakan termasuk masalah sampah ini. kami akan tuangkan dalam APBD karena kebijakan besar pasti memerlukan anggaran yang memadai," terang Gus Fawait menegaskan.


Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Jember ini tidak bisa diselesaikan dengan model tambal sulam. Perlu penanganan secara total sehingga dalam jangka panjang tidak akan menimbulkan persoalan baru.


"Intinya diperlukan kajian matang agar pengelolaan dan penanganan sampah ini bisa diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada. Minimal kita sudah bertekat untuk mengatasi persoalan itu secepatnya,"pungkas kader Partai Gerindra itu menegaskan.(hans)