Heboh, Pohon Beringin Roboh di Situbondo Kembali Berdiri Tegak Secara Alami -->

Iklan Semua Halaman

Heboh, Pohon Beringin Roboh di Situbondo Kembali Berdiri Tegak Secara Alami

14/04/2026

Situbondo (jurnalbesuki.com) - Masyarakat Desa dihebohkan Desa Klatakan, Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo Jawa Timur kejadian aneh. Sebatang Pohon Beringin besar yang tumbang akibat terpaan hujan angin namun tidak lama kembali berdiri tegak.


Foto: pohon beringin roboh lalu berdiri lagi.(dok.capture google)

Lokasi robohnya pohon itu menjadi perbincangan dari mulut ke mulut. Tak butuh waktu lama, Kejadian pada Senin (13/04/20260 itu seketika menjadi pusat perhatian masyarakat dan berbondong-bodong mendatangi.


Diceritakan Aji (35) yang merupakan warga Dusun Semmekan yang melihat kejadian robohnya pohon itu, Kejadian berawal dari hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan itu. Karena sangat besar dan rimbun, diduga pohon beringin itu tidak kuat menyangga sehingga roboh.


"Pohon itu sudah jelas-jelas tumbang bahkan melintang jalan, bahkan karena menutup akses jalan maka masyarakat datang melakukan pemotongan ada ranting-rantingnya,"ujar Aji kepada sejumlah wartawan mengkonfirmasi kemarin.


kata Aji, keanehan kemudian terjadi tidak lama setelah ranting pohon dan dedaunan dibersihkan warga. "Setelah beban rantingnya berkurang, pohon itu justru kembali berdiri tegak," tambah Aji.


Berbagai spekulasi muncul akibat kejadian yang dinilai aneh tersebut. Sebagian warga menyebut itu pohon angker karena berlokasi di komplek pemakaman. Namun ada juga yang menyebut itu sebagai kejadian wajar dan bisa dijelaskan dengan ilmiah.


"Setahu saya dan masyarakat sini, semua pohon yang sudah roboh total tidak bisa untuk berdiri lagi. Inilah yang membuat warga penasaran dan berbondong-bondong datang ke lokasi," terang Aji.


Secara ilmiah, pohon tumbang yang kembali tegak dapat terjadi jika sistem perakaran masih kuat dan tertanam di tanah.


Ketika beban dahan dan ranting di ujung pohon dipotong, tekanan pada pangkal akar berkurang sehingga elastisitas batang mendorong pohon kembali ke posisi vertikal.(memo/hans)