jurnalbesuki.com - Bak penampungan kotoran dari Water Close (WC) yang dikenal masyarakat dengan istilah Septic Tank ternyata bisa menjadi pemicu kebakaran dan ledakan jika cara membuatnya salah dan tidak memenuhi standar atau asal-asalan.
![]() |
| Foto: Instalasi Septic Tank Standar Untuk Hindari Kebakaran.(do.Capture Youtube) |
Septic Tank yang tidak dibangun denganbak dan benar dalam tempo tertentu bisa menjadi sumber kebakaran karena ddalam bak itu akan terproduksi gas. Jika jalan keluar gas tidak terarah dengan benar akan bisa menimbulkan kebakran bahkan ledakan.
Pada beberapa yang telah terjadi, banyak kebakaran yang terjadi dirumah juga disebabkan oleh gas yang bocor dari septic tank. Setelah diteliti ternyata akibat saluran gas yang tidak sempurna atau tidak memenuhi standar.
Kebiasaan buruk masyarakat yang selalu menggampangkan persoalan semacam ini akan menjadi bom waktu dan sangat berbahaya.
Memang resiko ledakan atau kebakaran tidak akan langsung terjadi jika konstruksi septic tank tidak standar. Tetapi dalam tempo lama hal itu akan sangat mungkin terjadi.
Apa saja kebiasaan buruk yang bisa bikin rumah beresiko mengalami kebakaran dan sumber masalahnya berasal dari Septic Tank, berikut ad beberapa kebiasan yang bisa dijelaskan:
1. Biasa membuang asal kotoran ke dalam Septic Tank
Hasil kajian para ahli air limbah dan Lingkungan menyatakan bahwa septic Tank hanya bak penampung yang khusus mengolah kotoran manusia saja.
Tetapi faktanya, banyak pemilik yang membuang segala kotoran sampah kedalam Septic tank. Hal itu sangat tidak diperkenankan karena sangat mengganggu. Contoh membuang limbah potongan hewan, maka akan menjadi pemicu berlebihannya gas metana dan biasanya sangat rawan terbakar.
"Tangki Sptic tank itu memang dirancang khusus hanya untuk menampung dan mengolah kotoran manusia saja, Jadi jangan sampai jenis kotoran lain dimasukkan kedalamnya," ujar Endro Adi Nugroho, Specialis Air Limbah dan Lingkungan dari PT. Kolabolari Delapan Cemerlang sebagaiman dilansir detik.
2. Septic Tank Tidak Rutin Disedot atau Dikuras
Septic Tank direkomendasikan untuk disedot atau dikosongkan jika sudah penuh atau terjadwal setiap waktu tertentu. Hal ini penting untuk dilakukan karena jika septic tank sudah jenuh, maka akan terjadi kotoran dan produk gas yang ada akan terperangkap.
Ahli konstruksi dan sanitasi menyebut kebakaran bisa terpicu dari kondisi septic tank penuh dan gas yang terperangkap didalamnya sudah maksimal.
3. Pipa Hawa Keluar dari Septic Tank Buntu atau Tertutup
Pipa pembuangan gas yang dihasilkan dari proses Septic Tank harus bisa dikeluarkan melalui saluran buang yang tersedia.
Dalam banyak kasus, ternyata sering ditemukan jalur pembuangan gas itu tertutup atau buntu. Jika hal ini terjadi maka gas yang terproses akan mencari jalan melalui jalur kloset sendiri atau sambungan pipa.
Oleh karena itu, saluran buang gas direkomendasikan dibuat tinggi sekitar 2 meter ke atas agar tidak ada resiko tertutup atau buntu.
4. Menyalakan Api Sembarangan
Pemicu yang terakhir terhadap resiko kebakaran dirumah yang bersumber dari septic Tank adalah kebiasaan menyalakan api sembarangan.
Gas yang keluar dari saluran septic tank sangat mungkin menyebar dibawa udara. Jika sebaran itu berada pada ruangan yang relatif tertutup akan sangat beresiko terjadinya kebakaran.
Demikianlah kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan potensi resiko kebakaran dirumah yanga bersumber dari septic tank. (detik/hans)

Komentar