Ratusan Santri Ponpes Sukorejo Situbondo, Ikut Festival Ilmiah dan Sains

Iklan Semua Halaman

Ratusan Santri Ponpes Sukorejo Situbondo, Ikut Festival Ilmiah dan Sains

12/11/2023

Situbondo(jutnalbesuki.com) - Sebanyak 578 santriwan dan santriwati Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, mereka  mengikuti kegiatan Festival Ilmiah dan Sains Ma'had (Fisma), yang digelar Ponpes setempat, Minggu (12/11/2023).


Kegiatan tahapan seleksi sebanyak 578 santri putra dan putri. Mereka mengikuti tahapan  seleksi 10 besar di berbagai jenjang pendidikan mulai SD-SMA  dan Madrasah Ibtidaiyah-Aliyah untuk kategori baca kitab.


"Tahapan seleksi menuju 10 besar itu, akan  berlangsung mulai hari ini  12 hingga 20 Nopember 2023 mendatang. egiatan festival ilmiah dan sains ini sudah berlangsung selama tujuh tahun,"ujar Mahmudi Baijuri, Kepala Bidang Pendidikan pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.


Menurut Mahmudi, kegiatan festival ilmiah dan sains untuk menciptakan iklim keilmuan kompetitif di kalangan para santri. Dari ajang ini telah mendorong para santri menjadi juara lomba sains di berbagai kategori perlombaan tingkat nasional hingga internasional. Bahkan pernah juara lomba sains di Malaysia dua kali berturut-turut.


"Di pesantren ini tidak ada dikotomi keilmuan, karena kami selalu menyiapkan disiplin keilmuan sesuai perkembangan zaman. Untuk penguasaan ilmu agama kami siapkan Madrasah khusus yaitu I'dadiyah bagi calon kader ahli ilmu fiqih,”,bebernya.


Lebih jauh Mahmudi mengatakan, jika pada Oktober  tahun 2023 ini, santri Ponpes  Sukorejo juara satu lomba robotik nasional, di Surabaya. Ini  menunjukan bahwa santri menguasai berbagai disiplin keilmuan. Saat ini, bidang pendidikan pondok pesantren akan mendorong santri mengembangkan robotik dengan ciri khas pesantren seperti bisa melafalkan surat fatihah atau surat-surat pendek .


“Baru pertama kali ikut lomba robotik, ternyata buatan santri langsung juara. Kalau untuk lomba baca kitab al-Quran kami sudah sering juara. Karena untuk festival ilmiah dan sains memang ada kategori lomba baca kitab alfiyah ibnu malik,” katanya.


Mahmudi menambahkan, saat ini, jumlah   Ponpes Sukorejo sekitar 19.700 orang, mereka  berasal dari sejumlah  daerah di Indonesia. Selain itu, juga berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Syuriah. Dari jumlah tersebut diseleksi lembaga masing-masing kemudian dikirim mengikuti festival ilmiah dan sains.


"Setelah melalui seleksi di jenjang lembaga, maka santri yang mengikuti festival ini hanya 578 santri putra dan putri. Mereka mengikuti seleksi 10 besar di berbagai jenjang pendidikan mulai SD-SMA  dan Madrasah Ibtidaiyah-Aliyah untuk kategori baca kitab,” ujarnya.


Mahmudi menegaskan, berbagai pelayanan di ponpes Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo saat ini sudah berbasis digital. Pondok pesantren juga memiliki media publikasi platform digital.


“Disini kami tetap memelihara tradisi ilmu salaf. Makanya, santri wajib sekolah Madrasah diniyah di pagi hari dan untuk umum di siang hari, pungkasnya.(ary)