Berbuka Puasa Karena Dikira Sudah Maghrib, Batalkah Puasanya?

Iklan Semua Halaman

Berbuka Puasa Karena Dikira Sudah Maghrib, Batalkah Puasanya?

06/04/2022


 jurnalbesuki.com - Dalam banyak keterangan, menyegerakan berbuka puasa (Ta'jil al Ifthar) merupakan anjuran langsung dari Rosulullah. Karenanya berbuka langsung mengandung kesunahan. Jika dilakukan pada awal maghrib maka selain dapat pahala puasa dan berbuka, masih ditambah pahala karena unsur kesunahannya.


Tetapi bagaimana jika saat berbuka ternyata masih belum masuk waktu mahgrib? perihal kejadian itu banyak dipertanyakan. Semisal ada seseorang yang berpuasa dan menerima info dari teman bahwa maghrib sudah tiba, lalu diapun membatalkan puasa karena ingin menjalankan sunnah. Tetapi beberapa saat kemudian baru terdengar adzan asli yang mendakan baru masuk maghrib. Bagaimanakah nasib puasa sehariannya? apakah masih terselaatkan ataukah dianggap batal dan sia-sia?


Menilik pandangan para ulama madzhab Syafi`i, puasa seorang yang membatalkan puasanya di waktu yang disangka sudah Maghrib padahal keliru adalah batal. Bahkan Imam Syafi’i menegaskan secara langsung permasalahan ini. 


Hal demikian juga berlaku pada sahur. Jika orang menyangka belum tiba waktu Subuh ternyata sudah masuk, sedangkan orang tersebut masih asik menyantap hidangan sahurnya, maka puasa tersebut dihukumi batal. 


Imam An-Nawawi menjelaskan dalam kitab al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab, bahwa jika seseorang makan karena menyangka matahari telah terbenam. Lalu tampak (padanya) ternyata matahari masih terlihat, atau ia makan karena menyangka fajar belum terbit, namun ternyata telah terbit, maka puasanya menjadi batal. 


Dalil yang dijadikan landasan batalnya puasa bagi orang yang salah menyangka masuknya waktu maghrib adalah berdasarkan kaidah lâ ‘ibrata bidz dzan al-bayyin khatha’uhu (tidak dapat dijadikan pertimbangan, prasangka yang jelas kesalahannya). Penjelasan demikian seperti yang disampaikan oleh Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitabnya yang berjudul Fathul Mu’in. 


Jika seseorang berbuka karena menyangka telah tiba waktu maghrib, lalu setelah itu ia ragu-ragu dan tidak tahu apakah dugaannya tentang masuknya waktu maghrib adalah hal yang benar atau justru salah. Puasa orang yang demikian ini tetap dihukumi sah. 


Oleh karena itu, buka puasa berdasarkan informasi yang salah tentang masuknya waktu maghrib adalah hal yang membatalkan puasa. Karenanya, alangkah lebih baik jika hendak berbuka agar benar-benar mengetahui secara pasti tentang masuknya waktu maghrib, misalnya dengan terdengarnya suara adzan dari berbagai penjuru. Hal yang lebih praktis adalah dengan memasang aplikasi NU Online di smartphone karena memiliki fitur waktu shalat, imsak dan berbagai fitur lainnya.


Jika masih ada keraguan mengenai tibanya waktu maghrib, maka lebih baik berbuka nanti-nanti, sampai benar-benar yakin bahwa waktu maghrib telah tiba. Menyegerakan berbuka memang dianjurkan, tapi bukan berarti mengesampingkan sikap kehati-hatian kita dalam menjalankan ibadah puasa.(nuo/hans)