Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Jember Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Bergantung Mobil Tangki -->

Iklan Semua Halaman

Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Jember Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Bergantung Mobil Tangki

19/08/2026

Jember (jurnalbesuki.com) - Krisis air bersih telah melanda sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Jember. Ribuan warga kini terpaksa harus antri air bersih melalui mobil tangki yang mensuplai air bersih untuk menopang kebutuhan sehari-harinya.


Foto: Mobil Tangki air bersih kiriman BPBD Jember.(dok.ppid)

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan per tanggal 15 Agustus 2026 kekeringan akibat musim kemarau yang melanda telah mengakibatkan sedikitnya tujuh wilayah kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.


Masing-masing wilayah kecamatan yang mengalami krisis air bersih itu adalah Kecamatan Bangsalsari, Jelbuk, pakusari, Kalisat, Rambipuji, Silo dan Sumberjambe. 


Kepala BPBD Jember, H. Edy Budi Susilo menyatakan pihaknya telah melakukan pengiriman air bersih menggunakan truk tangki hingga 57 kali dititik-tilik terdampak. 


"Terdapat hampir seribu keluarga yang terdampak kekeringan yang meliputi tujuh kecamatan dan kami terus kirim air bersih secara marathi untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya," ujar Edy Budi Susilo menjelaskan.


Menurut Edy, damak terparah dari akibat kekeringan musim kemarau itu terjadi di wilayah Kecamatan Kalisat. Sebanyak 325 KK di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring (Desa Sumberjeruk) kini bergantung penuh pada bantuan air. 


Kondisi tak kalah memprihatinkan juga melanda wilayah lain: ​Kecamatan Jelbuk: 102 KK di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman (20.000 liter air/4 kali pengiriman). ​Kecamatan Sumbersari: 90 KK di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo. 


Kecamatan Silo: 85 KK di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo (35.000 liter air/7 kali pengiriman). Kecamatan Bangsalsari: 75 KK di Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari. ​Kecamatan Rambipuji: 120 KK di Dusun Bunder, Desa Kaliwining.(hans)