Kisah Dramatis Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Lautan Selama 2 Hari Penuh -->

Iklan Semua Halaman

Kisah Dramatis Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Lautan Selama 2 Hari Penuh

24/07/2026

Situbondo (jurnalbesuki.com) - Seorang nelayan bernama Kusnadi (49) yang dilaporkan hilang saat melaut ternyata ditemukan warga dalam keadaan selamat dua hari setelahnya. Warga Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo itu mengaku terombang ambing selama 2 hari dilaut usai perahunya tenggelam dihantam ombak besar.


Foto: Kusnadi, Nelayan Situbondo setelah terombang-ambing di laut 2 hari.(dok.beritajatim)

Dalam ceritanya, Kusnadi terombang ambing dilautan dan bisa mengapung setelah berhasil meraih papan berbahan fiber yang merupakan tutup wadah ikan hasil tangkapan. Arus air laut terus membawanya pergi dan akhirnya dirinya terdampar di Pesisir Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep.


Informasi yang dihimpun menyebutka Kusnadi ditemukan warga pada pukul 00.00 WIB waktu setempat Jumat dini hari (24/07/2026) kemudian dilaporkan ke BPBD Kabupaten Situbondo sekitar pukul 07.30 WIB. 


“Korban ditemukan warga Pulau Giliyang dalam keadaan selamat setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut. Saat ini kondisinya sehat dan masih berada di rumah warga yang pertama kali memberikan pertolongan,” kata Puriyono, Jumat (24/7/2026).


Peristiwa bermula ketika Kusnadi berangkat melaut seorang diri pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu fiber Raden Anum untuk mencari ikan di sekitar Perairan Takat Mas.


Di tengah perjalanan, perahunya dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam. Dalam situasi genting itu, Kusnadi berhasil menyelamatkan diri dengan memegang tutup wadah ikan berbahan fiber berwarna kuning yang mengapung di laut.


Selama dua hari dua malam, ia terus terbawa arus tanpa makanan, minuman, maupun perlengkapan keselamatan. Tutup wadah ikan tersebut menjadi satu-satunya benda yang membuatnya tetap bertahan di permukaan air hingga akhirnya arus membawa dirinya ke pesisir Dusun Baru, Desa Banraas, Pulau Giliyang.


Sesampainya di daratan, Kusnadi berjalan seorang diri mencari pertolongan hingga tiba di rumah seorang warga bernama Risno. Warga kemudian memberikan bantuan pertama agar kondisi korban segera pulih.


“Korban diberi pakaian kering, makanan, dan minuman oleh warga, kemudian dipersilakan beristirahat. Saat ini kondisinya sehat,” ujar Puriyono.


Menurut Puriyono, proses pemulangan Kusnadi ke Situbondo masih menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut membaik. Dari Pulau Giliyang, korban akan menyeberang menggunakan perahu menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep, sebelum dijemput keluarganya melalui jalur darat.


BPBD Situbondo juga menyampaikan apresiasi kepada warga Pulau Giliyang yang sigap memberikan pertolongan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari Basarnas Banyuwangi, Satpolairud Polres Situbondo, Pos TNI AL Jangkar, Tagana, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga para nelayan setempat.(bjc/hans)