Hati-hati, Kebiasan Berikut Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Pada Usia Muda -->

Iklan Semua Halaman

Hati-hati, Kebiasan Berikut Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Pada Usia Muda

16/07/2026

Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Persoalan gagal GInjal pada tubuh manusia saat ini bukan saja persoalan yang  dihadapi kaum usia lanjut saja. Tetapi problem Ginjal juga bisa saja pada manusia yang masih muda sekalipun. Dibeberapa tahun ke belakang, kasus gagal ginjal justru semakin banyak ditemukan pada usia sangat muda.


Foto: Ilustrasi ginjal manusia.(dok.istinewa)

Kenyataan ini menjadi tantangan besar bagi para ahli kesehatan terutama yang konsen terhadap persoalan penyakit dalam. Berbagai penelitian yang dilakukan ternyata menunjukkan bahwa problem ginjal terutama di usia muda lebih banyak disebabkan oleh kebiasan sehari-hari. 


Jika diperhatikan sepintas, kebiasan hidup sehari-hari bisa saja dianggap sepele. Tetapi jika dilakukan terus menerus maka akan menimbulkan kerusakan pada ginjal manusia walaupun masih berusia muda.


Menurut kajian para pakar, berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang bisa menjadi penyebab gagal ginjal:


1. Pola Makan Tidak Sehat


Makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan kemasan tinggi gula, garam, serta lemak jenuh semakin banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis makanan ini sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya anak muda.


"Trennya (makanan cepat saji) memang sasarannya ke anak muda. Alangkah baiknya dari orang tua sudah membiasakan (anaknya) makan sehat, hidup sehat," jelas spesialis jantung dan pembuluh darah dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA.


Padahal, jenis makanan ini bisa membebani ginjal. Spesialis penyakit dalam, dr. Yunia Indah Dewi, SpPD, mengatakan makanan yang mengandung natrium tinggi akan mengikat lebih banyak cairan yang dialirkan bersama darah ke jantung. Hal ini pada akhirnya meningkatkan tekanan darah.


"Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan tidak diobati akan merusak ginjal," katanya.


Selain itu, dikutip dari laman VN Express, menurut dr Nguyen Quang Huy dari Departemen Penyakit Dalam Umum di Tam Anh Hospital, minuman manis seperti soft drink dan bubble tea berkontribusi pada obesitas serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2, salah satu penyebab utama gagal ginjal kronis.


Sementara itu, alkohol memberi tekanan tambahan pada ginjal selama proses metabolisme dan dapat merusak sel-sel ginjal secara langsung.


Ia mencatat, makanan yang mengandung bahan pengawet yang tidak diizinkan dapat membawa logam berat seperti timbal atau kadmium yang bisa menyebabkan nefritis tubulointerstisial, yaitu kondisi peradangan yang dapat menyebabkan atrofi dan gagal ginjal.


2. Kurang Minum Air


Aktivitas yang padat sering kali membuat banyak orang usia muda lupa minum air putih. Namun, perlu diketahui, terlalu sedikit minum dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini meningkatkan risiko batu ginjal dan penumpukan racun.


Selain itu, menahan buang air kecil memungkinkan bakteri berkembang biak dan berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih berulang yang dapat merusak ginjal seiring waktu.


dr Huy merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi 2-2,5 liter air per hari serta membatasi asupan minuman manis, alkohol, tembakau, dan zat stimulan. Merokok dan menggunakan zat stimulan dapat menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ginjal, serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan proteinuria.


3. Penggunaan Obat yang Tidak Tepat


Orang usia muda mungkin sering menggunakan obat pereda nyeri dan antibiotik tanpa petunjuk tenaga medis untuk mengatasi keluhan ringan, seperti sakit kepala atau pilek. Jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan atau dalam jangka waktu lama, obat-obatan tersebut dapat bersifat toksik bagi ginjal.


Selain itu, mengonsumsi suplemen atau obat tradisional yang asal-usulnya tidak jelas juga dapat membuat tubuh terpapar zat berbahaya atau bahan yang tidak diatur keamanannya.


4. Kurang Aktivitas Fisik


Usia muda sering kali dikaitkan dengan sedentary lifestyle, yaitu gaya hidup minim aktivitas, misalnya terus-menerus bekerja di depan laptop dan jarang berolahraga.


Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyebab penyakit ginjal. dr Huy menganjurkan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu guna menjaga kesehatan tubuh.


5. Kurang Tidur


Tak jarang orang usia muda mengerjakan tugas atau lembur hingga larut malam sehingga harus begadang dan kurang tidur. Kebiasaan ini dapat mengganggu ritme biologis tubuh serta menghambat proses perbaikan alami pada ginjal.


Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar hormon yang berdampak buruk bagi tubuh, yang pada akhirnya dapat merusak ginjal.


Gejala Awal Sakit Ginjal


Gejala awal penyakit ginjal sering kali tidak disadari. Namun, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, munculnya busa atau perubahan warna pada urine bisa menjadi alarm bagi tubuh.


Urine yang berbusa menjadi tanda adanya albumin (protein) dengan kadar yang cukup tinggi. Sementara itu, urine yang berwarna kemerahan menandakan adanya sel darah merah (eritrosit).


"Kalau sudah berbusa, berwarna, itu sudah tinggi berarti (kadar kebocorannya). Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya," tambahnya.


dr Pringgodigdo menyarankan untuk memeriksakan urine setidaknya satu kali dalam setahun. Dikutip dari National Kidney Foundation, urinalisis merupakan pemeriksaan urine yang dapat dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan, seperti infeksi dan gangguan ginjal.


Pemeriksaan urine dilakukan menggunakan stik plastik tipis yang dilengkapi strip berbahan kimia. Stik tersebut dicelupkan ke dalam wadah berisi sampel urine. Nantinya, strip akan berubah warna jika terdapat zat tertentu dengan kadar di atas batas normal.(dtk/hans)