Lumajang (jurnalbesuki.com) - Sepanjang tahun 2026, Portal online yang menjadi pusat layanan nformasi publik milik Pemerintah Kabupaten Lumajang Jawa Timur telah mengalami 9 kali serangan cyber. Serangan itu lebih banyak mengarah pada peretasan sistim yang merupakan dapur portal dibawah pengelolaan Pemkab.
![]() |
| Foto: Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim.(dok.ppid) |
Informasi yang dihimpun dari Dinas Komunikasi dan Informatika Lumajang menyebut bahwa serangan cyber itu selalu merambah pada gangguan besar. Banyak insiden bermula dari celah kecil yang luput terdeteksi, mulai dari tautan phishing, penyusupan tampilan situs (web defacement), hingga upaya pencurian data (data breach).
Gangguan itu tentu saja sangat berbahaya bagi keberlangsungan sarana informasi publik milik Pemkab tersebut. Oleh karena itu saat ini Pemkab Lumajang terus memperkuat kapasitas aparatur melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Keamanan Informasi bertema Deteksi Dini Serangan dan Tanggap Insiden Siber (SIGAP SIBER) di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Selasa (28/7/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa perkembangan transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman siber yang terus berkembang.
"Keamanan siber bukan hanya tentang melindungi perangkat atau aplikasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh insiden siber," ujar Mustaqim memaparkan.
Upaya untuk meningkatkan kompetensi aparatur tersebut salah satunya sudah dilakukan melalui pelatihan Deteksi Dini Serangan dan Tanggap Insiden Siber (SIGAP SIBER).
Adapun, pelatihan SIGAP SIBER tersebut membekali kalangan aparatur agar bisa mengenali karakteristik ancaman cyber, melakukan upaya deteksi dini, hingga mendukung proses pemulihan sistem.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis agar setiap perangkat daerah mampu mengenali potensi ancaman sejak awal dan mengambil tindakan sesuai prosedur,” imbuh Mustaqim.(ppid/hans)

Komentar