Pelanggan BBM Pertalite Wajib Tahu Harga Sesungguhnya Bukan Rp. 10.000/Liter -->

Iklan Semua Halaman

Pelanggan BBM Pertalite Wajib Tahu Harga Sesungguhnya Bukan Rp. 10.000/Liter

17/05/2026

Ekonomi (jurnalbesuki.com) - Saat ini masyarakat yang menggunakan Bahan bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite merasa nyaman-nyaman saja karena dipatok herga sebesar Rp. 10.000 per liternya. Pengguna kendaraan banyak yang tidak tahu bahwa patokan harga itu setelah diberlakukan subsidi oleh pemerintah.


Pertanyaan tentang berapa harga sebenarnya BBM Pertalite itu muncul dan menjadi trending topic setelah pembeli di sebuah SPBU menerima struk pembelian dengan haga Rp. 16.000 per liter.


Struk itu kemudian menjadi viral dan wargapun bertanya-tanya tentang harga sebenarnya BBM pertalite tersebut.


Corporate Secretary Pertama Patra Niaga, Robert M Dumatubun memberikan reakasi atas pertanyaan masyarakat. Menurutnya harga yang muncul pada struk pembelian itu adalah harga asal sebelum pemerintah melakukan intervensi berupa subsidi. Dengan kata lain, sebelum diberi subsidi, harga Pertalite adalah Rp. 16.000 per liter.


"Subsidi bertujuan menjaga kestabilan nasional, baik dari sisi daya beli masyarakat maupun menjaga roda perekonomian tetap berjalan," papar Roberth sebagaimana dlansir CNBC Indonesia pada Minggu (17/5/2026).


Selain perbincangan soal pertalite, di masyarakat juga muncul pertanyaan dan kenginan mengapa hanya pertalite yang disubsidi pemerintah? mengapa BBM jenis lain semisal pertamax tidak diberikan subsidi juga. 


Kata Robert, BBM jenis Pertamax tidak diberi subsidi karena memiliki oktan lebih tinggi dan memang BBM yang harga jualnya terus mengikuti mekanisme pasar sehingga tidak diberi subsidi. 


"Pertamax adalah jenis BBM non-subsidi karena harganya mengikuti harga pasar," ujar Robert menjelaskan.


Ia juga mengingatkan bahwa harga BBM non-subsidi saat ini masih mendapat pengaruh dari kebijakan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga di tengah gejolak energi dunia.


Sebelumnya, salah satu unggahan yang ramai dibahas muncul di platform Threads dan memperlihatkan rincian harga dasar Pertalite sebelum mendapatkan subsidi pemerintah.


Dalam struk tersebut, tercantum harga dasar Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Namun konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter karena terdapat subsidi pemerintah sebesar Rp6.088 untuk setiap liter BBM yang dibeli.


Temuan itu langsung memicu pertanyaan publik. Pasalnya, harga dasar Pertalite yang memiliki RON 90 justru terlihat lebih tinggi dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual sekitar Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek.


Narasi dalam video yang beredar kemudian berkembang menjadi perdebatan soal logika harga BBM. Banyak warganet mempertanyakan alasan pemerintah memberikan subsidi kepada Pertalite, bukan kepada Pertamax yang dinilai memiliki kualitas lebih tinggi.


Dalam struk pembelian yang viral tersebut tertulis rincian harga dasar Pertalite Rp16.088 per liter, subsidi pemerintah Rp6.088 per liter, dan harga jual ke masyarakat sebesar Rp10.000 per liter.(cnbcindo/hans)