Turis Thailand Nyaris Jadi Korban Jual Beli Tokek Harga Milyaran di Banyuwangi -->

Iklan Semua Halaman

Turis Thailand Nyaris Jadi Korban Jual Beli Tokek Harga Milyaran di Banyuwangi

16/04/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Tiga warga berkebangsaan Thailand dikabarkan nyaris jadi korban penipuan dengan modus jual beli tokek yang nilainya mencapai milyaran rupiah.



Beruntung ada warga yang sekaligus menjadi saksi berhasil menggagalkan rencana transaksi tersebut. Salah seorang dari turis itu bernama Abdurrohman terselamatkan dari penipuan. Infromasi yang dihimpun menyebutkan, Abdurroham sudah menyiapkan uang senilai 2 milyar rupiah untuk membeli hewan jenis tokek yang sudah disiapkan oleh penjual.


Informasinya, Transaksi berlansung di wilayah Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten  Banyuwangi, Jawa Timur.


Kejadian itu bermula dari hari Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 10.00 WIB seorang warga bernama Rendra yang merupakan saksi mata memberhentikan satu unit mobil jenis taksi bluebird yang nampak kebingungan disekitar kawasa desa Sarongan.


Rendra kemudian menanyakan tujuan mereka, sopir taksi itu menjawab bahwa dirinya sedang mengantar tiga orang turis asal Thailand.


Kepada Rendra mereka juga menceritakan bahwa akan menemui seorang bernama Ali yang tinggal di Dusun Sukamade, Desa Sarongan untuk sebuah keperluan perdagangan.


Lalu dari keterangan salah satu turis yang naik itu juga menjelaskan bahwa mereka hedak melakukan transaksi bisnis berupa pembelian hewan jenis tokek yang disebutnya akan dibeli dengan harga 2 milyar.


Mendengar nilai transaksi yang tidak wajar, Rendra Bayu Alwana merasa curiga. Ia berinisiatif membantu para turis tersebut dengan mencoba melacak keberadaan sosok bernama Ali.


Rendra kemudian menghubungi nomor telepon Ali menggunakan ponsel milik salah satu turis tersebut.


"Saat saya coba komunikasi, orang bernama Ali ini tidak bisa menjelaskan identitas resminya maupun lokasi rumahnya secara detail. Gelagatnya sangat mencurigakan," ujar Rendra.


Setelah memastikan bahwa lokasi dan sosok tersebut fiktif, Rendra langsung memberikan penjelasan kepada Abdul Rohman dan rekan-rekannya bahwa mereka sedang menjadi sasaran upaya penipuan.


Menyadari bahaya yang mengancam, ketiga turis tersebut menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan Rendra yang telah menyelamatkan mereka dari kerugian finansial yang besar.(rubic/hans)