Bondowoso (jurnalbesuki.com) - Angin kencang menyertai huajn deras yang menerjang Kabupaten Bondowoso kemarin (09/04/2026) dilaporkan berdampak serius di empat desa Kacamatan Tamanan.
Data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bondowoso menyebutkan kejadian itu telah menyebabkan belasan rumah warga rusak berat, Pepohonan tumbang bahkan ada yang menimpa unit bangunan ruko, dan kerusakan pada beberapa fasilitas umum di dua kecamatan yaitu Tamanan dan Jambesari Darus Sholah.
Dilansir beritajatim, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso membenarkan kejadian akibat terjadinya cuaca ekstrem pada kamis sore tersebut. Ketika dikonfirmasi, Kristianto Putro Prasojo mengatakan mengetahui kejadian itu dari grup WA.
“Kami menerima laporan dari grup WhatsApp warga dan segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Kejadian ini murni akibat cuaca ekstrem, angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba. Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Kristianto semalam.
Pihak berwenang langsung melakukan tindakan assesmen dilapangan sebagai upaya penanggulangan kedarutatan. Berikut data yang didapat dari Pusdalops :
1. Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan:
· Satu pohon tumbang menimpa atap ruko dan sempat menutup akses jalan raya utama. Atap ruko dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
2. Desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari Darusolah:
· Tercatat 8 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan 1 unit rumah mengalami kerusakan sedang pada bagian atap.
3. Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darusolah:
· Satu unit rumah warga mengalami kerusakan sedang.
4. Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darusoltd ah:
· Satu unit rumah mengalami kerusakan ringan, serta satu fasilitas umum berupa kanopi SDN Jambesari 3 mengalami kerusakan ringan.
Penanganan Cepat dan Kendala di Lapangan
Kristianto Putro Prasojo menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi cepat dengan Forkopimcam setempat, termasuk Polsek dan Koramil Tamanan serta Jambesari. TRC-PB BPBD Bondowoso bersama PMI, perangkat desa, dan masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang yang sempat memblokade jalan.
“Alhamdulillah, untuk akses jalan di Desa Sumber Anom yang sempat tertutup pohon kini sudah bisa dilalui kembali. Masyarakat juga sudah mulai bergotong royong memperbaiki bagian rumah yang rusak ringan secara swadaya,” jelasnya.
Meski demikian, upaya penanganan di lapangan menghadapi beberapa kendala. Kristianto menyebutkan bahwa hingga malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi kejadian. Selain itu, akses sinyal komunikasi di beberapa titik desa terpantau terbatas, sehingga menyulitkan koordinasi data secara cepat.(bjc/hans)

Komentar