Heboh, KH. Marzuki Mustamar Mendadak Dicekal Ketika Hendak Berangkat Umroh -->

Iklan Semua Halaman

Heboh, KH. Marzuki Mustamar Mendadak Dicekal Ketika Hendak Berangkat Umroh

12/10/2026

Malang (jurnalbesuki.com) - KH. Marzuki Mustamar, Mantan Ketua PWNU Jawa Timur mengalami pencekalan bepergian ke luar negeri. Kabar tersebut viral di Media Sosial menyusul gagalnya Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Sukun Malang itu berangkat melaksanakan ibadah Umroh dengan keluarga.


Foto : KH. Marzuki Mustamar, Mantan Ketua PWNU Jawa Timur.(dok.detik)

Dalam unggahan di Media Sosial, disebutkan Marzuki Mustamar mendadak dicekal ketika sudah berada di bandara Cengkareng Soekarno Hatta bersama keluarganya untuk berangkat ke Saudi Arabia dalam rengka melaksanakan Umroh. 


Masih menurut kabar dari Media Sosial, Tokoh yang selama ini dikenal agak berbeda dengan pandangan tokoh agama lainnya itu tidak bisa berangkat. Tetapi keluarga yang sudah terjadwal berangkat tetap bisa melanjutkan perjalanan. Sementara, Marzuki Mustamar akhirnya kembali ke Malang untuk melanjutkan bimbingan di Pesantren asuhannya.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tipe A Kota Malang ketika dikonfirmasi menyatkan belum mendapatkan kabar terkait pencekalan tokoh NU tersebut. 


"Belum ada laporan ke kantor, berangkat dengan travel apa dan mana juga belum ada informasi," ujar Subhan, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Malang, sebagaimana dilansir detikjatim, Senin (12/10/2026).


Sementara itu melalui unggahan video di akun TikTok @ngaosabah, Marzuki membenarkan pencekalannya tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang itu menyebut pencekalannya tersebut dari otoritas Arab Saudi.


"Beberapa hari yang lalu, keberangkatan menuju Tanah Suci yang telah di depan mata, bahkan ketika langkah hampir sampai pada pintu pesawat, ternyata harus tertunda setelah adanya kabar dari otoritas Saudi bahwa kami belum diizinkan masuk," kata Marzuki dalam video yang diunggah di akun TikTok @ngaosabah.


Marzuki mengaku sedih dengan pencekalannya itu karena berujung keberangkatan umrahnya harus tertunda. Meski tak menyebut secara jelas, ia juga menyinggung terkait perbedaan pandangan.


"Dalam perjuangan, memang terkadang ada banyak perbedaan pandangan dan suara-suara yang tidak sejalan. Ketidaksepemahaman itu kadang dibungkus dalam banyak hal, entah itu melalui kekuasaan, kepentingan, atau yang semacamnya," ungkapnya.


"Semua itu hendaknya tidak membuat kita kehilangan kejernihan hati dan keluhuran akhlak. Dan Allah senantiasa mengetahui segala perbuatan, perilaku, dan niat dari masing-masing," sambung Marzuki.


Usai dicekal, mantan Ketua PWNU Jatim periode 2018-2023 itu mengaku langsung kembali ke pondok pesantrennya dan fokus mengajar para santrinya.(dtk/hans)