Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Jalur penyeberangan dan perjalanan lewat laut dengan rute Banyuwangi - Denpasar yang sudah berjalan beberapa waktu lalu terpaksa dihentikan oleh pihak manajemen. Alasan utama penghentian sementara operasional Kapal Cepat Express Bahari itu adalah tidak terpenuhinya kuota penumpang.
![]() |
| Foto: Kapal Muat Penumpang Rute Banyuwangi - Denpasar Berhenti Operasi.(dok.rubicnews) |
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I ketut Sriawan ketika dikonfirmasi membenarkan penghentian operasional perjalanan laut tersebut. Menurutnya, keputusan berhenti beroperasi per bulan Juli 2026 itu dilakukan setelah melakukan evaluasi terhadap tingkat okupansi penumpang kapal yang belum memenuhi target yang ditetapkan.
"Masyarakat yang melakukan perjalanan dengan tujuan Denpasar nampaknya lebih suka melakukan perjalanan via darat dengan menggunakan kendaraan pribadi," terang Sriawan mengkorfirmasi.
Pilihan untuk menggunakan kendaraan pribadi itu nampaknya lebih kepada penggunaan dan kebutuhan terhadap kendaraan ketika sampai ke tujuan. Hal itu menjadikan masyarakat lebih memilih untuk berkendaraan via darat menuju Denpasar dan Banyuwangi atau sebaliknya.
“Termasuk saat momen Lebaran lalu yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah penumpang, ternyata belum sesuai harapan. Banyak masyarakat tetap memilih membawa kendaraan pribadi karena lebih mudah digunakan untuk bersilaturahmi dan mengunjungi keluarga,” terang Sriawan.
Menurut Sriawan, operator masih melakukan penyesuaian terhadap kemungkinan perubahan trayek sebelum layanan kembali dioperasikan.
“Saat ini masih dilakukan penyesuaian trayek. Kami melihat perkembangan situasi terlebih dahulu, termasuk kemungkinan adanya perubahan rute,” katanya.
Data penumpang menunjukkan jumlah pengguna layanan masih berfluktuasi. Pada Juli 2025 tercatat 243 penumpang, Agustus 593 penumpang, September 772 penumpang, sedangkan Oktober 2025 kapal tidak beroperasi karena menjalani perbaikan dan penyempurnaan.
Operasional kembali dibuka pada November dengan hanya melayani 36 penumpang selama sebulan. Selanjutnya pada Desember tercatat 825 penumpang dan Januari 2026 sebanyak 415 penumpang.
Dengan kapasitas kapal mencapai sekitar 400 penumpang, jumlah pengguna tersebut dinilai belum mampu menopang operasional secara optimal.
Sebagaimana diketahui, kapal cepat Express Bahari melayani penyeberangan dari Pelabuhan Marina Boom, Banyuwangi menuju Pelabuhan Sire Angen, Serangan, Denpasar. Layanan tersebut resmi beroperasi perdana pada 23 Juli 2025.(rubic/hans)

Komentar