Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Banyuwangi Didukung Clean Rivers UEA -->

Iklan Semua Halaman

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Banyuwangi Didukung Clean Rivers UEA

31/07/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Perjuangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sistem Pengelolaan Sampah berkelanjutan mulai berhasil mendapat perhatian lembaga lain. Sebuah lembaga bertaraf internasional Clean Rivers dari Uni Emirat Arab memberikan dukungan resmi.


Foto: utusan Clean Rivers UEA bertemu Bupati Banyuwangi.(dok.rri)

Keseriusan Lembaga Internasional itu ditunjukkan dengan langsung melakukan peninjauan terhadap proses pembangunan tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kertosari yang menjadi bagian dari program Banyuwangi Hijau.


Sebelum melakukan peninjauan, Perwakilan dari Clean Rivers yang bertemu Bupati Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Kabupaten Banyuwangi. Rombongan Clean Rivers dipimpin oleh Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely bersama Pejabat Senior Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Ahla Abdulmuhsen serta sejumlah mitra yang terlibat dalam pengembangan program tersebut.


Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely mengatakan pihaknya melihat perkembangan pembangunan yang signifikan sejak kunjungan terakhir enam bulan lalu. Selain meninjau TPS3R Kertosari, delegasi juga mengunjungi TPS3R Balak di Kecamatan Songgon untuk melihat sistem pengelolaan sampah dan edukasi perubahan perilaku masyarakat.


"Kami sangat senang melihat semua kemajuannya. Saya baru saja ke sini enam bulan yang lalu dan perkembangannya sangat cepat. Peluncuran awal Tahap 3 sudah dimulai dan kami melihat persiapannya berjalan sangat baik," ujar Reinier.


TPS3R Kertosari dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari. Fasilitas yang mulai dibangun awal Juli 2026 itu ditargetkan rampung dalam 10 bulan dan akan melayani pengelolaan sampah di Kecamatan Banyuwangi serta wilayah sekitarnya.


Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut dukungan berbagai mitra internasional menjadi penguat transformasi pengelolaan sampah yang terus dijalankan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan daya saing daerah.


"Kerja sama ini bukan hanya sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah," kata Ipuk.


Program Banyuwangi Hijau telah berjalan sejak 2017 melalui Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar. Program tersebut kemudian berkembang melalui pembangunan TPS3R Balak di Songgon dengan dukungan Pemerintah Norwegia, TPS3R Karetan di Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria, hingga TPS3R Kertosari yang didanai Clean Rivers UEA.


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga bersiap menambah fasilitas pengolahan sampah melalui pembangunan TPS3R di Kecamatan Wongsorejo yang akan didukung pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.(rri/hans)