Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Kemunculan Jerawat biasanya identik dengan masa pubertas pada usia remaja dan tumbuhnya hanya pada bagian wajah. Banyak orang yang sangat menjadi dirinya agar terhindar dari efek tumbuhnya jerawat agar kulit tetap bagus dan nyaman dipandang mata.
![]() |
| Foto: ilustrasi munculnya jerawat di leher ketika usia 40-an.(dok.kompas) |
Biasanya yang peling rentan terhadap kemunculan jerawat itu adalah kaum perempuan karena kaum pria biasanya jarang terganggu dengan hal tersebut. Bagi wanita fase-fase rentan bagi munculnya jerawat adalah akibat fluktuasi hormon yang tidak menentu.
Banyak yang mengira bahwa setelah berhasil mengatasi masalah jerawat dimasa-masa kritis tersebut maka kulit akan tetap aman dan bebas sepenuhnya.
Namun, siapa sangka jerawat masih bisa tiba-tiba muncul di area leher saat kamu sudah menginjak usia 40-an? Hal ini sering kali membingungkan, terutama ketika area wajahmu justru terlihat baik-baik saja.
"Jerawat di leher pada wanita berusia 40-an secara mengejutkan sangat lazim terjadi," jelas dokter kulit dan pendiri Idriss Dermatology di New York City, AS Shereene Idriss, MD, menyadur Real Simple, Selasa (28/7/2026).
Memahami penyebab munculnya jerawat leher di usia 40-an
Dokter kulit, ahli bedah Mohs, dan pendiri Mariwalla Dermatology di West Islip, New York, AS, Kavita Mariwalla, MD, mengatakan, jerawat di leher cenderung menyakitkan dan besar bagi kebanyakan orang yang mengalaminya.
Kelompok pertama adalah mereka yang sangat aktif berolahraga di pusat kebugaran atau beraktivitas fisik berat sehingga mengeluarkan banyak keringat, tetapi memiliki kebiasaan menunda atau bahkan malas membersihkan diri segera sesudahnya.
Sementara itu, kelompok kedua adalah mereka yang kebetulan sedang mulai mengalami permasalahan jerawat akibat adanya perubahan hormon di dalam tubuh.
"Fluktuasi hormonal dapat berkontribusi, terutama pada fase perimenopause, saat estrogen menurun dan testosteron menjadi lebih dominan," ucap dr. Idriss.
"Perubahan hormonal tersebut dapat memicu lebih banyak produksi minyak, terutama di sekitar garis rahang, dagu, dan bahkan leher," tambah dia.
"Mengenakan perhiasan, kerah pakaian, dan syal, gesekan dari barang-barang ini dapat memperburuk keadaan. Tentu saja, menyentuh kulit di area lehermu juga dapat memperparah jerawat," ungkap dr. Idriss.
Selain gesekan fisik dari kain pakaian atau aksesori, kamu juga harus ekstra hati-hati dalam menggunakan produk perawatan kulit.
Dokter Mariwalla sangat memperingatkan agar menghindari retinol di area tersebut karena rentan terjebak di lipatan kulit leher dan menimbulkan ruam.
Kamu juga wajib menjauhkan paparan semprotan parfum dari kulit yang sedang meradang, serta lebih cermat memperhatikan formula detergen pencuci pakaianmu.
Di sisi lain, kamu tidak perlu mencemaskan urusan gaya rambut sehari-hari saat sedang menghadapi kondisi ini.
"Mitos belaka bahwa kamu harus selalu menata rambut ke atas dan menjauhkannya dari leher," kata dr. Mariwalla.
Cara mencegah jerawat leher dan perawatannya
Salah satu kekeliruan paling sederhana yang sering terjadi adalah kebiasaan melewatkan area bawah rahang saat melakukan rutinitas pembersihan tubuh.
"Orang-orang sering lupa membersihkan leher mereka, padahal kamu harus membersihkan semua sisa tabir surya, riasan, dan penumpukan keringat yang dapat memicu jerawat," ungkap dr. Idriss.
Gunakan sabun cuci muka yang mengandung benzoyl peroxide saat mandi, sekali atau dua kali seminggu, untuk membantu membunuh bakteri apa pun yang memicu jerawat tersebut.
Jika area kulit leher sangat berminyak, kamu juga bisa mengaplikasikan pembersih berbahan dasar sulfur untuk mengatur produksi sebum.
Dari segi produk perawatan kulit harian, perlu ada penyesuaian khusus dengan memilih formulasi yang efektif menangkal bakteri.
"Carilah krim dengan kandungan alpha hydroxy acid (AHA) seperti glycolic acid," kata dr. Mariwalla.
Meskipun kamu tidak ingin menggunakan sesuatu yang terlalu keras, kamu tetap perlu melakukan eksfoliasi dengan eksfolian kimia setidaknya beberapa kali seminggu.(kpas/hans)

Komentar