Mobil dan Rumah Terbakar Gara-gara Isi BBM Ketika Mesin Kendaraan Menyala -->

Iklan Semua Halaman

Mobil dan Rumah Terbakar Gara-gara Isi BBM Ketika Mesin Kendaraan Menyala

27/07/2026

Bondowoso (jurnalbesuki.com) - Satu unit Mobil terkabar ketika pemiliknya mengisi bahan bakar dengan jurigen dan kondisi mesin mobil menyala. Kejadian pada Minggu pagi (26/07/2026) sekitar pukul 09.00 WIB   di Desa Cangkring Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur itu menyebabkan satu rumah warga setempat juga ikut terbakar karera rembetan dari api yang berasal dari mobil.


Foto: Kondii mobil terbakar akibat isi bensin saat mesin menyala.(dok.beritajatim)


Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran tersebut. Tetapi kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai angka Rp. 25 juta.

Informasi dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso menyatakan bahwa laporan kebakaran dikawasan Prajekan itu diterima sekitar pukul 10.20 WIB.

Petugas langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan. Tidak lama api berhasil diatasi oleh tim dari Damkar Bondowoso dibantu masyarakat.

Hasil Asesmen petugas menunjukkan bahwa kebakaran bermula dari Ferdian mengisi tangki mobil dengan jurigen BBM dalam keadaan mesin menyala. 

“Diduga muncul percikan api dari bagian aki atau sistem kelistrikan kendaraan yang kemudian menyambar uap bensin dan jeriken yang berisi BBM. Api dengan cepat membesar, membakar bagian jok mobil, lalu merembet ke rumah milik Sukandar, yang merupakan kakek Ferdian,” ujar Kepala Bidang Damkar, Vara Tedy menjelaskan.

Menurut Tedy, kejadian serupa sebaiknya menjadi pelajaan bagi masyarakat agar berhati-hati ketika mengisi tangki mobil dengan BBM yaitu dengan mematikan mesin kendaraan saat melakukan pengisian.

Menurutnya, bensin merupakan bahan yang sangat mudah terbakar sehingga percikan kecil dari sistem kelistrikan kendaraan dapat memicu kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mengisi BBM ketika mesin kendaraan masih hidup. Pastikan juga proses pengisian dilakukan di tempat yang aman dan jauh dari sumber api maupun percikan listrik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.(oki/hans)