Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) melakukan kunjungan ke Banyuwangi dalam Rangka Serap Aspirasi Masyarakat Pada Reses masa Persidangan ke V tahun 2026. Rombongan dari Legislator pusat itu dipimpin langsung oleh ketua Komisi Siti Hediati Soeharto, Kamis (23/07/2026).
![]() |
| Foto: Ketua Komisi IV DPRRI Siti Hediati Soeharto di Banyuwangi.(dok.detik) |
Kepada sejumlah wartawan yang melakukan wawancara, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa mbak Titik itu menjelaskan kunjungan ke Banyuwangi itu juga untuk meninjau langsung aktifitas Tambang Emas dan dampak sosial yang ditimbulkan kepada masyarakat di kawasan Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.
""Tadi telah ada keluhan yang disampaikan oleh warga mengenai dampaknya kepada masyarakat," ungkap mbak Titik Soeharto disela acara serap aspirasi di Pulau Merah.
Mbak Titik mengungkapkan bahwa sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945 bahwa kekayaan alam itu dikuasi negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Menurut Mba Tititk berdasarkan hasil dialog timnya dengan masyarakat sekitar tambang didapati keluhan yang merasa masih belum sejahtera meskipun aktifitas penambangan di kawasan tersebut sudah berlangsung sekitar 10 tahun.
"Tadi saya tanya, apakah masyarakat di Banyuwangi ini sudah sejahtera? Katanya belum. Padahal, tambangnya di depan mata. Padahal, pemerintah daerah punya saham di sini, kalau punya saham kan semestinya sudah dapat deviden," papar Putra Mantan Presdien Soeharto tersebut.
Ia menambahkan Komisi IV DPR RI akan mempertanyakan kembali kepada pengelola tambang emas yang terletak di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi itu.
"Negara sudah memberikan kesempatan kepada suatu perusahaan untuk mengelola tambang ini, tapi ending-nya harus mensejahterakan masyarakat. Tapi, kalau belum sejahtera, ya nanti kami panggil (pengelola tambang emas)," kata Titiek Soeharto.(ant/hans)

Komentar