Kadar Oksigen Mulai Turun Drastis, Manusia Tak Banyak yang Menyadari -->

Iklan Semua Halaman

Kadar Oksigen Mulai Turun Drastis, Manusia Tak Banyak yang Menyadari

21/07/2026

Khazanah (jurnalbesuki.com) - Sebuah laporan mengagetkan diulas dalam Jurnal Limnology and Oceanography pada akhir Juni 2026 dan dilaporkan oleh Gizmodo serta lembaga penelitian seperti Scripps Institution of Oceanography, Universitas California San Diego.


Foto: ilustrasi oksigen diair laut.(dok.istimewa)

Ulasan tersebut menyebut bahwa oksigen yang terlarut dalam lautan, sungai dan danau bumi menghilang dengan kecepatan yang sangat menghawatirkan. 


Para ilmuwan sudah memperingatkan bahwa kondisi ini sangat berpotensi untuk mematikan tidak hanya bagi kehidupan yang ada air, akan tetapi juga sangat bisa merusak keseimbangan kehidupan pada sistim planet manusia secara keseluruhan.


Para ahli mengurai, terdapat 3 faktor yang menjadi penyebab menghilangnya kadar oksigen air tersebut. 


Pertama, pemanasan global membuat air yang lebih hangat sehingga kapasitas menampung oksigennya turun. Setiap kenaikan suhu 1 derajat Celcius mengurangi kapasitas simpan oksigen sekitar 2%.


Kedua, pencemaran nutrisi sisa pupuk pertanian dan limbah rumah tangga yang masuk ke perairan. Hal ini memicu pertumbuhan alga berlebih yang kemudian menghabiskan banyak oksigen saat membusuk. Ketiga, perubahan arus air akibat adangan lapisan air hangat di permukaan sehingga oksigen dari atas tidak bisa turun hingga ke dasar laut.


agar kondisi oksigen air dimasukkan ke dalam daftar planetary boundary, yaitu batasan kritis yang tidak bisa terlampaui agar Bumi tetap layak huni.


Saat ini, penurunan oksigen sudah berinteraksi erat dengan ancaman lain seperti perubahan iklim, pengasaman laut, dan penurunan keberagaman spesies. Jika dibiarkan, perubahan ini bisa berlangsung berabad-abad, bahkan jika emisi gas rumah kaca bisa disetop total.


Hilangnya oksigen tidak hanya membunuh ikan, kepiting, dan hewan laut lainnya. Siklus karbon dan nitrogen yang membantu mendinginkan Bumi akan terganggu, sehingga mempercepat pemanasan. Perairan yang kekurangan oksigen justru melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan dinitro oksida


Mamalia laut yang bernapas dengan menghirup udara di permukaan laut pun ikut menderita karena mangsanya hilang atau pindah tempat.


Para peneliti menegaskan bahwa ini bukan berarti lautan akan kehabisan oksigen sepenuhnya dalam waktu dekat.


Namun, arah geraknya sudah mengarah ke zona yang tidak aman, dan memperbaikinya akan memakan waktu jauh lebih lama daripada waktu yang kita miliki untuk bertindak.(cnbc/hans)