Amankah Mewarnai Rambut Bagi Perempuan Sedang Hamil, Berikut Ulasannya -->

Iklan Semua Halaman

Amankah Mewarnai Rambut Bagi Perempuan Sedang Hamil, Berikut Ulasannya

30/07/2026

Khazanah (jurnalbesuki.com) - Trend model rambut saat adalah tampil dengan model rambut yang diwarnai sesuai selera. Tampil dengan rambut bagus dan diwarna sangat digemari terutama oleh kaum perempuan.


Foto: ilustrasi mewarnai rambut saat sedang hamil.(dok.istimewa)

Sebagai sebuah trend tentu saja hal itu adalah hal yang wajar. tetapi muncul pertanyaan, apakah perempuan juga masih bisa mewarnai rambut ketika sedang menjalani kehamilan?


Pertanyaan itu menjadi penting karena faktanya, proses mewarnai rambut dan bahannya mengandung bahan kimia. Amankah bagi ibu hamil?


Untuk mengetahu hal itu, berikut hal-hal yang perlu diketahui oleh kalangan perempuan tentang pewarnaan rambut terutama pada ibu hamil.


Amankah mewarnai rambut saat hamil? 


Risiko pewarna rambut selama kehamilan dinilai relatif rendah 


Dokter spesialis obstetri dan ginekologi bersertifikat, Dr. Shaghayegh DeNoble, F.A.C.O.G. mengatakan, hingga saat ini bukti ilmiah mengenai dampak pewarna rambut terhadap kehamilan masih terbatas. 


"Secara umum, data mengenai pewarna rambut dan kehamilan masih sangat sedikit. Sebagian besar penelitian berasal dari pekerja salon, dan hasilnya pun masih beragam,” ujarnya, seperti disadur Parents, Senin (27/7/2026).


“Namun, karena hanya sedikit bahan pewarna yang diserap ke dalam tubuh, produk ini pada umumnya dianggap aman digunakan selama kehamilan," ujar Dr. DeNoble. 


Meski demikian, sebagian ahli menyarankan ibu hamil menunda pewarnaan rambut hingga memasuki trimester kedua.  


Pada trimester pertama, janin sedang mengalami pembentukan organ-organ penting sehingga banyak dokter menganjurkan untuk meminimalkan paparan bahan kimia yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.


Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif. Karena itu, ibu hamil dianjurkan melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu untuk memastikan tidak muncul reaksi alergi atau iritasi.


Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengubah warna rambut, metode aplikasi juga perlu dipertimbangkan.  Menurut Dr. DeNoble, proses pewarnaan yang meminimalkan kontak bahan kimia dengan kulit kepala dapat menjadi pilihan yang lebih aman. 


Bidan bersertifikat Janna Stults menjelaskan, batang rambut tidak memiliki sel hidup sehingga pewarna tidak masuk ke aliran darah melalui rambut selama tidak mengenai folikel rambut di kulit kepala. 


"Saya biasanya menyarankan pasien memilih highlight atau balayage dibandingkan pewarnaan seluruh rambut apabila mereka khawatir terhadap kontak pewarna dengan kulit kepala," kata Stults.


Teknik balayage atau highlight hanya mengoleskan pewarna pada sebagian batang rambut sehingga paparan langsung ke kulit kepala menjadi lebih sedikit dibandingkan pewarnaan menyeluruh.


Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan hindari bahan kimia tertentu 


Selain memilih metode pewarnaan, ibu hamil juga perlu memperhatikan lingkungan saat melakukan perawatan rambut. 


Dr. DeNoble menekankan pentingnya memilih salon dengan sirkulasi udara yang baik agar paparan uap bahan kimia dapat diminimalkan. 


Ia juga menyarankan untuk menghindari produk yang mengandung formaldehida, ftalat, paraben, oxybenzone, dan triclosan apabila memungkinkan. 


Di sisi lain, perawatan pelurusan rambut menggunakan bahan kimia, seperti hair relaxer, sebaiknya ditunda hingga setelah persalinan.  


Beberapa penelitian menunjukkan prosedur tersebut dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan pewarna rambut biasa.


Pewarna alami bisa menjadi alternatif bagi ibu hamil 


Bagi ibu hamil yang masih merasa ragu menggunakan pewarna rambut permanen, terdapat beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan. 


Dr. DeNoble menyarankan penggunaan pewarna berbahan alami, seperti henna atau pewarna yang berasal dari buah dan tumbuhan. 


"Alternatif yang lebih aman dapat berupa highlight yang dimulai dari bagian tengah batang rambut agar tidak mengenai kulit kepala, atau menggunakan pewarna alami yang berasal dari henna maupun buah dan sayuran,” imbaunya.


Meski dinilai relatif aman, keputusan mewarnai rambut selama kehamilan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu. 


Jika memiliki kehamilan berisiko tinggi atau muncul keluhan tertentu, berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum melakukan perawatan rambut menjadi langkah yang paling dianjurkan.(kompas/hans)