Situbondo (jurnalbesuki.com) - Nasib tragis menimpa seorang perempuan bernama Astuya (52). Warga Desa Selobanteng Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo itu ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia akibat luka bakar serius di sekujur tubuh.
![]() |
| Foto : Petugas melakukan evakuasi korban kebakaran lahan.(dok.memorandum) |
Diduga kuat, korban meninggal akibat terjatuh beberapa saat setelah melakukan bersih-bersi lahan miliknya dengan membakar rumput dan tanaman liar yang ada diladang miliknya. Korban yang jatuh itu diperkirakan tidak bisa menghindari api yang dengan cepat membakar area ladangnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian pada Selasa (15/09/2026) pagi itu bermula dari Astiya yang meminta anaknya untuk mengantar ke ladang dengan menggunakan sepeda motor. Setelah masuk ke area ladang, anaknya kembali karena sudah tidak ada akses yang bisa dilalui kendaraan bermotor.
Dari titik itu Astiya berjala kaki untuk menuju ladang miliknya. Diperjalanan korban itu bertemu dengan pemilik lahan sebelahnya bernama Astina (62). Keduanya sempat berbincang beberapa saat, sebelum astiya pamit untuk bersih-bersih lahan dengan membakar bagian-bagian tumbuhan dan tanaman liar.
Sekitar sejam kemudia, Ibu Astina yang hendak pulang memanggil-manggil korban untuk diajak pulang. Namun tidak ada jawaban. Astinapun menjadi curiga dan masuk ke lahan milik korban. Astina berinisiatif mencari korban dan terkejut saat mendapati Astiya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka bakar serius.
Kejadian itupun membuat warga heboh dalam waktu tidak lama. Petugas Kepolisian langsung terjun ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga dan melakukan tindakan evakuasi dan olah kejadian.
Kasihumas Polres Situbondo Ipda Slamet Yuwono membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa wanita tersebut.
“Diduga kuat korban terjatuh saat membakar ladangnya, sehingga langsung tersambar kobaran api. Luka bakar yang dialami korban diperkirakan mencapai 60 persen lebih,” terang Ipda Slamet Yuwono.
Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Banyuglugur bersama Danramil setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban ke puskesmas terdekat.
“Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Namun, sebelum diserahkan, pihak keluarga diminta untuk membuat surat pernyataan resmi,” pungkasnya.(ary/hans)

Komentar