Kades Diduga Masuk Rumah Janda Ditengah Malam, Ratusan Warga Langsung Geruduk Balai Desa Sukojati -->

Iklan Semua Halaman

Kades Diduga Masuk Rumah Janda Ditengah Malam, Ratusan Warga Langsung Geruduk Balai Desa Sukojati

07/04/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Ratusan warga secara serentak meluruk Balai Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, kemarin (06/04/2026) siang. Masyarakat yang berkumpul untuk menuntut memberikan penjelasan atas dugaan asusila yang terjadi.


Foto: Warga geduduk dan kepung Balai Desa Sukojati(dok.rubicnews)


Klarifikasi yang dituntut masyarakat kepada oknum kades berinisial U itu menyusul kabar yang beredar bahwa kades diketahui warga masuk ke rumah seorang janda yang bertempat tinggal tak jauh dari kediamannya. 


Kecurigaan masyarakat itu didasarkan pada waktu masuk ke rumah tersebut dilakukan pada tengah malam. Tidak lama berselang, muncul dan beredar video yang menampilkan detik-detik pak Kades digrebek warga setempat. 


Pantauan dilapangan, massa yang melakukan aksi pengepungan balai desa masih bertahan hingga senin malam (06/04/2026). Mereka tidak beranjak dari kantor tersebut dengan tuntutan tetap yaitu menuntut Kades melakukan klarifikasi dan mundur dari jabatan sebagai kepala desa.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden memalukan tersebut terjadi pada Jumat malam, 3 April 2026. Menurut keterangan warga, Kades U didapati berada di kediaman seorang wanita berstatus janda yang lokasinya tidak jauh dari rumah pribadinya.


Lukman (34), salah satu warga Desa Sukojati yang ikut dalam aksi tersebut, mengungkapkan bahwa warga sudah lama mencurigai gerak-gerik oknum kades tersebut.


"Oknum kepala desa itu digerebek warga di rumah seorang janda yang tak jauh dari rumahnya sendiri. Video penggerebekannya bahkan sudah viral di media sosial," ujar Lukman saat ditemui di lokasi aksi, Senin 6 April 2026.


Aksi massa ini membawa tuntutan keras. Warga mendesak agar Kades U secara ksatria mengakui perbuatannya dan segera mengundurkan diri dari jabatannya.


Kekecewaan warga semakin mendalam mengingat Desa Sukojati selama ini menyandang predikat bergengsi. Warga merasa martabat desa tercoreng oleh perilaku asusila pemimpinnya.(rubicnews/hans)