Gas LPG 3 KG Langka di Jember, Pertamina Tambah Kuota 36.000 Tabung Dalam Sepekan -->

Iklan Semua Halaman

Gas LPG 3 KG Langka di Jember, Pertamina Tambah Kuota 36.000 Tabung Dalam Sepekan

09/04/2026

Jember (jurnalbesuki.com) - Merebaknya isu kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kilogram dalam sepekan usai lebaran idul fitri 2026 langsung direspon oleh PT Pertamina Patra Niaga dengan menambah kuota sebanyak 36.000 tabung gas.


Foto: Gas melon saat ini langka di Jember dan sekitarnya.(dok.istimewa)

Langkah ini dilakukan PT PPN untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan gas LPG yang biasa dikenal dengan sebutan Gas Melon tersebut. 


Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga mengatakan tambahan kuota 36.000 tabung yang digelontorkan kepada masyarakat wilayah jember mencapai 47 persen dari pengadaan kuota pada situasi normal.


"Langkah-langkah itu telah dibahas dalam forum komunikasi dengan Pemkab Jember terutama terkait isu kelangkaan dan kesulitan masyarakat dalam mendapatkan gas LPG 3 Kilogram," ujar Ahad Rahedi menjelaskan, Rabu Sore kemarin.


Pertamina Patra Niaga melakukan penyebaran kuota tambahan itu pada pangkalan-pangkalan yang selama ini dikenal dengan penyebaran tinggi. Dengan demikian diharapkan tingkat kesulitan warga bisa lebih ditekan semaksimal mungkin.


“Pertamina telah meminta agen agar memprioritaskan pengiriman kepada pangkalan dengan indikasi serapan tertinggi,” terang Ahad.


Selain melakukan tambahan kuota, pihak PPN saat ini bersama dengan Pemerintah, Forkominda dan pihak terkait melakukan pengecekan ulang ke lapangan untuk memastikan problem mendasar dan mencarikan solusi terbaiknya. 


Ahad menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin kebutuhan elpiji masyarakat tetap terpenuhi. Terlebih, menurut dia, Jember merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Tapal Kuda. 


"Segala antisipasi dan mitigasi ini dilaksanakan upaya memastikan pasokan dan distribusi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat," ujarnya.


Di tingkat pangkalan, penjualan diminta diprioritaskan langsung kepada konsumen dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.000.(kompas/hans)