Arus Balik Via Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Mulai Meningkat Tajam -->

Iklan Semua Halaman

Arus Balik Via Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Mulai Meningkat Tajam

24/03/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Arus balk yang terpantau di perlintasan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa menuju Pulau Bali via Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk menunjukkan peningkatan per hari ini. 

Tetapi kelaikan trafik terseebut tidak membuat kemacetan sebagaimana yang dikhawatirkan. Hingga pagi ini, layanan dikedua sisi pelabuhan tetap berjalan lancar, tertib dan berada dalam kondisi terkendali secara baik.


Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan. Hal ini ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi lintas stakeholder.


Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Kamis (26/3) hingga Sabtu (28/3).


"Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujarnya.


Data operasional menunjukkan bahwa peningkatan trafik terjadi secara signifikan, namun tetap terkendali. Dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (22/3) atau Hari H tercatat 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, tumbuh 9,5% dibandingkan tahun lalu.


Kendaraan roda dua menjadi kontributor utama dengan 3.995 unit, diikuti roda empat 2.948 unit, truk 298 unit, dan bus 136 unit. Secara total, kendaraan mencapai 7.377 unit atau meningkat 14,3%, mencerminkan tingginya mobilitas arus balik dari Bali menuju Jawa yang tetap mampu diakomodasi dengan baik oleh kapasitas layanan.


Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 541.215 orang atau meningkat 5,1%, dengan total kendaraan 172.689 unit atau tumbuh 6%.


ASDP menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus balik melalui kesiapan armada, penguatan digitalisasi layanan, serta pengendalian operasional yang responsif. Dengan distribusi trafik yang terjaga dan kedisiplinan pengguna jasa, lintasan Gilimanuk-Ketapang diyakini tetap mengalir lancar hingga puncak arus balik terlewati.(wartaekonomi/hans)