Ketua DPC PPP Jember Apresiasi Program 'Bunga Desaku' Yang Dituding Tak Efisien -->

Iklan Semua Halaman

Ketua DPC PPP Jember Apresiasi Program 'Bunga Desaku' Yang Dituding Tak Efisien

25/03/2026

Jember (jurnalbesuki.com) - Pelaksanaan Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang sudah dijalankan beberapa kali oleh Pemerintah Kabupaten Jember disorot sejumlah pihak sebagai kegiatan yang yang tidak efisien. Bahkan ada pihak yang meminta atau mengusulkan agar program tersebut untuk ditiadakan karena di Pemkab sudah ada program Wadul Guse dan sosialisasi melalui kanal Media Sosial.


Foto: Bupati Gus Fawait Bersama Ketua DPC PPP Jember Gus Mamak

Namun pandangan berbeda dilontarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, HM. Madini Farouq. Menurutnya, justru program Bunga Desaku yang menghadirkan Bupati dan secara langsung berhadapan dengan masyarakat merupakan hal yang sangat bagus.


"Komunikasi langsung antara Bupati dengan Masyarakat melalui program itu akan sangat positif dampaknya. interaksi dua arah itu dengan sendirinya akan membangkitkan hubungan emosional yang baik. Akan sangat berbeda nilai dan kesannya antara masyarakat mengadu lewat media sosial dengan bersilaturrahmi langsung," ujar Madini Farouq, Rabu (25/03/2026).


Oleh karena itu, Madini mengaku tidak sepakat jika program yang bisa menjadi ajang berbaurnya antara pejabat Pemerintah Daerah terutama Bupati Jember dengan masyarakat itu dihentikan. Pada Program itu, Lanjut Madini, masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung kepada Bupati dan mendapatkan jawaban karena semua pejabat OPD juga dihadirkan.


"Sekaligus Bupati juga bisa melihat tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program pemerintah mulai dari tingkatan paling bawah. Ini jauh lebih baik dari pada hanya menerima laporan dari bawahan ataupun dengan membaca data laporan pelaksanaan kegiatan,' terang Madini.


Pria yang juga biasa disebut Gus Mamak itu menampik kekhawatiran sejumlah pihak yang menyebut program Bunga Desaku akan menyerap banyak anggaran sehingga over. Pihak Pemerintah diyakininya sudah melakukan perhitungan secara detail agar kegiatan tersebut tidak menjadi beban APBD Jember. 


"Justru dengan banyak turun ke Desa, maka pimpinan Pemerintah Kabupaten bisa melihat potensi dari sumber daya alam dan melakukan pemetaan agar bisa menjadi unsur yang bisa mendorong peningkatan pendapatan Daerah," tukas Gus Mamak menjelaskan.


Sementara Bupati Jember, H. Muhammad Fawait menjelaskan bahwa program Bunga Desaku itu adalah media yang sangat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan dan pejabat pemerintah agar berbaur dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. 


"Kehadiran Pemimpin ditengah-tengah masyarakat selama ini belum pernah terjadi Bupati, Camat dan seluruh perangkatnya hadir, berbaur dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat," jawab Bupati Jember Gus Fawait.


Proses serap keluhan dan aspirasi yang menggunakan media sosial itu dipastikan tidak bisa dilakukan dan digunakan oleh semua masyarakat. Karena sebagian masyarakat terbukti masih banyak yang justru tidak memahami media sosial. 


"Oleh karena itu, Program Bunga Desaku merupakan salah satu cara paling efektif untuk melakukan serap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan sosialisasi Program Pemerintah," ujar Gus Fawait.(hans)