Ayah Diduga Asyik Main HP, Anak Balitanya Tewas Tenggelam di Sungai

Iklan Semua Halaman

Ayah Diduga Asyik Main HP, Anak Balitanya Tewas Tenggelam di Sungai

09/07/2023


 Bondowoso (jurnalbesuki.com) - Diduga lepas  pengawasan  orang tuanya, seorang balita perempuan bernama Hanuna   berusia 4  tahun tewas tenggelam di sungai. Kuat dugaan,  korban  terpeleset hingga terjatuh ke aliran sungai sampean baru, saat hendak buang air kecil dilokasi kejadian.


Korban ditemukan tewas dengan jarak sekitar 2 kilometer, dari tempat korban dilaporkan hilang saat buang air kecil, tepatnya  di aliran sungai sampean baru  di Desa Pandak,  Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. 


Saat ditemukan balita tersebut telah meninggal dunia dan langsung dievakuasi warga ke Puskesmas terdekat. Korban diketahui bernama Hanunah warga Desa Kerang Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso.


Diperoleh keterangan, nasib tragis yang dialami korban itu,  bermula saat korban bersama ayahnya  Raziqin dalam perjalanan pulang dari  Bondowoso. Namun, saat melintas di   lokasi kejadian.  Korban mengaku hendak buang air kecil di pinggiran sungai, sementara ayahnya sedang menelepon. Tanpa diduga korban  terpeleset lalu terjatuh ke aliran sungai sampean baru. 


Jasad korban ditemukan dalam kondisi tewas  di aliran sungai sejauh kurang lebih 2 KM dari lokasi jatuhnya, tepatnya ditemukan  di aliran sungai sampean baru di  Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso.


Kapolsek Klabang, Bondowoso Iptu Nisin mengatakan, dugaan sementars, saat ayahnya mengantar anaknya untuk buang air kecil, secara bersamaan ayahnya menerima panggilan di ponselnya, namun usai menerima panggilan telepon, Razikin untuk mengetahui anaknya sudah tidak ada di tempatnya.


"Mengetahui anaknya tenggelam, ayah korban langsung berteriak minta tolong, sehingga puluhan warga langsung melakukan upaya pencarian, dengan cara menyisir sungai sampean baru, sebelum akhirnya ditemukan di aliran sungai sampean baru Kecamatan Botolinggo,"ujar Iptu Nisin, Minggu (9/7/2023).


Menurut dia, karena keluarga korban  menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga jasad balita bernama Hanuna tersebut langsung dibawa ke rumah duka di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari,  Kabupaten Bondowoso.


"Karena keluarga korban menolak untuk diotopsi, sehingga jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,"pungkasnya.(ary)