Jangan Biasakan Baru Makan Setelah Kelewat Lapar, Begini Resiko Yang Akan Terjadi ! -->

Iklan Semua Halaman

Jangan Biasakan Baru Makan Setelah Kelewat Lapar, Begini Resiko Yang Akan Terjadi !

05/04/2026

Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Seacara alamiah rasa lapar pada diri manusia sudah ada sinyalnya. Ketika seseorang perutnya kosong dan harus diisi, maka secara otomatis sistem tubuh akan mengirim pemberitahuan kepada otak bahwa butuu asupan untuk mengatasi laparnya.


Foto: ilustrasi rasa lapar tubuh manusia.(dok.istimewa)

Tanda umum yang dikenal masyarakat kita, jika perut dalam keadaan kosong maka akan terdengar bunyi keroncongan yang muncul. Ketika bunyi itu muncul maka menurut ilmu kesehatan, secepatnya harus ditindak lanjuti dengan makan. Karena mengabaikan suara itu disebut-sebut akan berdampak serius pada kesehatan badan.


Demikian haltersebut diungkap oleh praktisi kesehatan dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK dalam sebuah diskusi di Jakarta. Menurutnya, makan di waktu yang tepat merupakan salah satu bentuk mindfull eating.


Menurut ahli kesehatan dr Juwalita, ada 10 level siklus lapar-kenyang. Pada level pertama adalah rasa lapar ektreem, sedangkan level 10 adalah kenyang berlebih hingga perut terasa begah atau bahkan mual.


"Sebetulnya yang direkomendasikan adalah, kita makan ketika kita ada di level tiga dan empat. Jadi kalau empat itu kelaperan, perutnya udah mulai bunyi," ujar dr Juwalita, sebagaimana dilansir detikcom.


Selain perut bunyi keroncongan, tanda fisik lain yang muncul ketika perut mulai lapar adalah pusing dan susah fokus. Pada kondisi ini, umumnya seseorang mulai gampang terdistraksi.


Jika sinyal-sinyal lapar mulai muncul, dr Juwalita menyarankan, segera makan. Begitupun, ia menyarankan untuk berhenti saat sudah mulai cukup kenyang, tidak menunggu sampai perut terasa begah dan tidak nyaman.


"Bahayanya kalau kita makan di level dua satu apa? Selain pingsan duluan, sebelum pingsan kita jadi kalap," jelasnya.


Di sisi lain, ia mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan craving atau keinginan untuk makan bukan karena lapar. Menurutnya, ada perbedaan yang bisa dikenali antara craving atau lapar beneran.


"Kalau lapar beneran, sebenarnya ketika ditawarin makanan apapun dia akan mau. Tapi kalau craving, enggak. Spesifik. Aku maunya martabak manis, ya martabak manis. Ditawarin yang lain, nggak mau," terang dr Juwalita.(dtk/hans)