Paman dan Keponakan Tewas Tenggelam Saat Mancing di Perairan Berige'en Situbondo

Iklan Semua Halaman

Paman dan Keponakan Tewas Tenggelam Saat Mancing di Perairan Berige'en Situbondo

17/06/2023


 Situbondo (jurnalbesuki.com) - Diduga terjebak ke palung laut saat mancing, kedua pemancing tewas tenggelam di pantai berige'en, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukkan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (17/6/2023).


Ironisnya lagi, kedua korban tewas tengelam itu, diketahui merupakan  paman dan keponakannya, yakni Adi Syaiful Bahri (38) dan Agus Wildan Rahaya (19), keduanya asal  Dusun Lugundang Timur, Desa Talkandang, Kecamatan Panarukan, Situbondo.


Diperoleh keterangan, sebelum kedua korban tewas tenggelam, kedua korban bersama kedua orang  tetangganya hendak mancing di perairaan berigeen,  Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan. Namun, karena saat itu, air dalam kondisi surut, sehingga mereka berempat  memutuskan berjalan kaki  ke tengah laut.


Namun, saat kedua korban  berjalan sejauh  sekitar satu kilometer dari bibir pantai berigeen, tiba-tiba  korban Adi Syaiful Bahri terperosok ke palung laut dilokasi kejadian. Mengetahui pamannya tenggelam Agus mencoba untuk menolongnya, namun Agus justru  juga ikut terjebak palung, sehingga Agus langsung berteriak minta tolong.


Mendengar teriakan minta tolong, kedua orang tetangganya yang juga ikut mancing, yakni Saiful Rahman (33) dan Aas (26), mereka  mencoba untuk menolong kedua  korban, namun karena tidak berhasil,  bahkan keduanya juga  nyaris tenggelam karena tidak dapat berenang, hingga akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi ke bibir pantai oleh nelayan setempat, setelah Saiful  Rahman minta tolong kepada warga setempat.


"Sebetulnya, sebelum minta tolong kepada warga setempat, saya dan As mencoba mebolong ke dua korban. Selain itu, 

saat dievakuasi ke bibir pantai kondisi kedua korban sudah lemas. Bahkan, saat dibawa ke  IGD RSU Situbondo, petugas menyatakan korban meninggal dunia. Sebetulnya,"ujar Saiful Rahman.


Kapolsek Panarukan, Situbondo AKP Efendi Nawawi membenarkan jika dua warga Desa Talkandang meninggal karena tenggelan di perairan Berige'en, Desa Peleyan, namun karena kedua korban murni meninggal akibat tenggelam, sehingga pihaknya langsung menyerahkan jasad kedua korban kepada keluarganya.


"Namun, sebelum jasad kedua korban tenggelam diserahkan kepada keluarganya, perwakilan keluarga korban disuruh menulis surat pernyataan,"katanya.(ary)