Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Cuaca buruk yang terjadi dibeberapa hari terakhir menyebabkan aktifitas penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa Dengan Pulau Dewata melalui kawasan Selat Bali terpaksa mengalami pentutupan hingga beberapa kali.
![]() |
| Foto: Ilustrasi kapal penyebrangan Gilimanuk - ketapang.(dok.rubicnews) |
Kebijakan itu dambil pihak otoritas pelabuhan demi menjaga keselamatan para penyebrang dan mengantisipasi bahaya cuaca yang menimbulkan angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda kawasan perairan tersebut.
Danponal Gilimanuk, Lettu Laut Aditya menyatakan bahwa penutupan itu dilakukan pada Minggu 26 Juli 2026 pukul 12.26 WITA menyusul kondisi cuaca yang dinlai ektrim dan terlalu berbahaya jika penyebrangan tetap dilakukan. Kondisi angin dan Gelombang Tinggi sangat beresiko kepada penyebrangan.
“Pelayanan penyeberangan Pelabuhan PT ASDP Gilimanuk - Ketapang sempat ditutup sementara karena cuaca kurang kondusif, di mana angin kencang memicu gelombang tinggi,” ujar Aditya menjelaskan.
Proses penyebrangan dibuka kembali pada pukul 14.50 WITA setelah kondisi cuaca, angin dan gelombang diyakini sudah tidak beresiko kepada proses penyebrangan yang akan dilakukan.
Sebelumnya, pada Kamis sore pukul 14:30 WITA sampai pukul 16:00 WITA, pelabuhan juga sempat ditutup sementara karena angin kencang diatas 30 knot, disertai gelombang tinggi.
Kanit Lantas Polsek Pelabuhan PT ASDP Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel menjelaskan, dampak dari penghentian sementara operasional kapal tersebut sempat memicu penumpukan kendaraan.
Antrean panjang kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk logistik tampak memadati areal parkir di dalam pelabuhan maupun kantong-kantong parkir sekitarnya.
“Sempat antrean sampe pura dalem. Tapi pagi jam 6 antrean sudah masuk parkir manuver,” jelasnya.(rubic/hans)

Komentar