Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Agedan besar tahunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kedepan salah satunya adalah Pelaksaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang akan digelar pada hari Sabtu tanggal 18 Juli mendatang.
![]() |
| Foto: Kegiatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).(dok.Antara) |
Berdasarkan jadwal yang sudah direncanakan, kegiatan kelas dunia itu akan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan mengambil start dari kawasan Taman Blambangan dan akan bergerak menyusuri jalan utama Banyuwangi sepanjang 2 kilometer.
Berbagai talent akan ditampilkan dan diarak sepanjang jalan dipastikan akan mengundang massa dalam jumlah besar karena paradenya dipenuhi dengan berbagai atraksi dan kostum unik dan etnik yang spektakuler.
Perang Bayu adalah pilihan tema utama bagi pelaksaan BEC tahun ini. Perang Bayu mengisahkan perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan kolonial Belanda pada abad 18 lalu. Pada abad tersebut perang yang terjadi kemudian menjadi tonggak penting berdirinya Kabupaten Banyuwangi.
Tema utama itu akan ditayangkan secara visual pada kegiatan BEC menjadi lima sub tema dan fragmen untuk lebih menggambarkan kisah heroik masyarakat yang melawan penjajah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain acara besar BEC 2026, kegiatan kelas dunia yang didukun penuh oleh Bank Indonesia (BI) Jember itu juga akan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM se tapal kuda yaitu Banyuwangi, Situbodo, Bondowoso, Jember dan Lumajang.
“Bahkan juga digelar Pasar Murah yang didukung BI. Silakan mengunjungi stand-stand kreasi dan kuliner dari lima kabupaten sekitar Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (12/7/2026).
Tak hanya itu, sejumlah perlombaan juga digelar. Pada 16 Juli ada Lomba Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition. Kemudian 17 Juli diisi Lomba Inovasi Green Campaign, workshop Creative Painting, Kids Fashion Show, hingga donor darah.(aly/hans)

Komentar