Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Sehat tidaknya tubuh sangat bergantung pada kesehatan Usus Besar Manusia. Posisinya yang menjadi pengolah semua bahan makanan yang masuk akan berpengaruh pada sistem tubuh.
![]() |
| Foto: Ilustrasi orang sering alami sembeli.(dok.detik) |
Ketika usus besar manusia berfungsi dengan baik, maka tubuh akan memperoleh nutrisi yang dibutuhkan secara maksimal dan menyehatkan. Sebaliknya, jika usus besar bermasalah atau mengalami gangguan, maka akan bisa memicu berbagai macam persoalan kesehatan pada tubuh manusia.
Kasus seperti Kanker usus besar merupakan pertumbuhan sel yang bermula dari usus itu sendiri karena usus besar adalah bagian terakhir dari sistem pencernaan.
Biasanya penyakit yang menyerang usus besar seperti Kanker selalu dialami oleh orang dengan usia lanjut. Tetap hal tersebut juga bisa dialami oleh orang dengan usia muda.
Dilansir dari detikhealth, masyarakat sudah harus mulai bisa memahami kondisi diri dengan alarm tubuh yang sudah biasa terjadi karena sesungguhnya kejadian-kejadian yang ada pada tubuh manusia juga bisa berfungsi sebagai indikator untuk memprediksi apa yang terjadi.
Sembelit yang sering dialami tubuh merupakan alarm alami yang terjadi untuk memberikan kode kapada pemilik raga untuk tahu keadaan.
Oleh karena itu jika anda sering mengalami sembelit atau diare serta kelelahan biasanya dibaca sebagai tanda awal bahwa usus besar sedang bermasalah. Dan yang paling sering adalah pertanda atau gejala adanya potensi Kanker pada usus besar.
Selain itu, dikutip dari laman Mayo Clinic, beberapa gejala lainnya adalah:
- Rasa tidak nyaman di perut: Kram, nyeri, dan kembung
- Perubahan feses: Adanya darah dalam tinja
- Kembung: Gas berlebih di dalam perut
- Rasa tidak nyaman saat BAB: Merasa seperti tidak bisa mengosongkan usus ketika buang air besar.
- Berat badan: Terjadi penurunan berat badan tanpa alasan
Penyebab Kanker Usus Besar
Kanker usus besar terjadi saat mutasi genetik mengubah sel-sel usus besar yang sehat menjadi sel kanker. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, sel-sel kanker tersebut membelah dan berkembang biak membentuk polip, yakni jaringan abnormal atau benjolan lunak yang tumbuh di permukaan selaput lendir pada berbagai rongga atau organ tubuh. Seiring waktu, kanker tumbuh menembus lapisan otot dan jaringan yang membentuk dinding usus besar.
Penelitian menunjukkan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker usus besar. Berikut di antaranya:
- Usia: Sebagian pengidap kanker usus besar berusia di atas 50 tahun, meski demikian, pengidap yang berusia di bawah 50 tahun semakin meningkat.
- Riwayat keluarga: Risiko kanker usus besar kemungkinan lebih tinggi jika anggota keluarga biologis terdekat memiliki polip usus yang besar atau kanker usus besar
- Memiliki banyak polip usus besar: Secara umum, semakin banyaknya polip usus besar, semakin besar kemungkinan satu atau lebih polip menjadi kanker
- Berat badan: Orang yang obesitas atau kelebihan berat badan berisiko mengalami penyakit ini.
- Konsumsi alkohol: Bahkan mengonsumsi alkohol ringan hingga sedang bisa meningkatkan risiko kanker usus besar.
(detikhealth/hans)

Komentar