Jember (jurnalbesuki.com) - Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Jember masih menjadi PR besar. Hal itu diakui oleh Bupati Jember H. Muhammad Fawait. Namun dia optimis bahwa denga perjuangan yang dilakukannya, Jember akan mencapai Zero Kemiskinan pada tahun 2029 mendatang.
![]() |
| Foto: Bupati Jember H. Muhammad Fawait.(dok.Istimewa) |
"Jember sedang berupaya terus menekan angka kemiskinan ekstrem itu dengan harapan Zero kemiskinan akan berhasil kita buat Zero pada tahun 2029," ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Pemetaan yang telah dilakukan untuk memotret kemiskinan di Daerah Jember, ditemukan data bahwa kemiskinan ekstrem lebih banyak terpusat pada masyarakat yang tinggal di pinggiran Hutan dan Perkebunan. Padahal pada kawasan itu secara ekonomi nampak potensi ekonomi yang produktif jika dilakukan denga tepat.
Saat ini ada 2 lembaga yang memiliki hak pengelolaan terhadap lahan dihutan dan perkebunan. Wilayah hutan dikelola oleh Perhutani sedangkan kawasan kebun dikelola oleh PTPN.
"Oleh karena itu, keberadaan Perhutani dan PTPN harus bisa memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat yang tinggal dikawasan kelolanya," terang Fawait.
Pemerintah Kabupaten akan mendorong kedua lembaga itu untuk bisa melakukan kolaborasi lintas sektor dengan masyarakat dengan fokus untuk saling memperoleh keuntungan. Maksudnya, pengelolaan tanah subur yang digarap oleh Perhutani maupun Perkebunan bisa dikerjasamakan dengan warga.
Selama ini masyarakat yang tinggal diarea perkebunan dan kehutanan lebih cenderung hanya menjadi penonton bagi pengelolaan lahan.
Menurut Fawait, kenyataan itu memang menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk segera menyelesaikan problem kemiskinan terutama di kedua kawasan tersebut.
"Kemiskinan di kawasan pinggiran hutan dan kebun menjadi tantangan besar kami hari ini. Oleh karena itu prioritas kami berikan kepada warga miskin ekstrem yang ada dikawasan sana," papar Gus Bupati menjelaskan.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mendorong pemberlakukan dan optimalisasi program hutan sosial. Pada kawasan tersebut sesungguhnya ada puluhan ribu hektar lahan subur yang jika disinergikan dengan masyarakat dipastikan akan memberika dampak positif disektor ekonomi warga.
Pemkab Jember dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membicarakan program kehutanan sosial yang tepat sasaran. (hans)

Komentar