Memiliki Pasangan Hidup Yang Suka Merendahkan, Apa Yang Harus Dilakukan? -->

Iklan Semua Halaman

Memiliki Pasangan Hidup Yang Suka Merendahkan, Apa Yang Harus Dilakukan?

13/04/2026

Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Jika pasangan hidup anda memiliki kebiasaan suka merendahkan, maka tentu saja hal itu sangat bisa menyebabkan beban mental dan kebingunan serta penderitaan bathin serius.


Foto: Ilustrasi Pasangan Merendahkan.(dok.kompas)

Prilaku itu sesungguhnya sangat merugikan karena pelaku senantiasa ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang selalu lebih baik dibanding yang lain. Dengan kata lain, dia merasa bahwa orang lain selalu inferior dibanding dirinya.


Biasanya, orang dengan kecenderungan suka merendahkan selalu bersikap arogan. Nada bicara, pilihan kata dan gestur tubuh selalu berpusat pada upaya sadar untuk membuat pasangan atau orang lain tidak berharga.

Tokoh Therapis bernama Karina S. Hester, LMFT, mengatakan bahwa perilaku tersebut bisa menghancurkan dinamika hubungan secara perlahan.

"Perilaku merendahkan dalam hubungan dapat menyebabkan pola komunikasi yang kasar, dan menimbulkan rasa sakit emosional bagi orang yang direndahkan," kata Hester, melansir Verywell Mind, Senin (13/4/2026).

Memahami Prilaku merendahkan dan dinamika yang terjadi

Bentuk dan ciri perilaku suka merendahkan 

Sebelum mencoba mengatasi permasalahan ini, kamu harus mampu mengidentifikasi wujud nyata dari pelecehan emosional ini dalam aktivitas keseharian. 

Sebab, terkadang, pelakunya bahkan tidak menyadari bahwa tindakan mereka sangat problematis, seperti yang dituturkan psikoterapis di Boston, Massachusetts, AS, Oona Metz, menjabarkan bentuk-bentuk perilakunya secara rinci. 

"Perilaku merendahkan mungkin termasuk komentar yang menghina atau meremehkan, kegagalan untuk mengenali kekuatan atau pencapaian, sikap meremehkan, atau sikap merasa lebih suci dari orang lain," jelas Metz.

Sifat buruk ini juga ditandai dengan kebiasaan memotong pembicaraan secara sepihak, melontarkan kalimat sarkastik, mansplaining, meragukan kemampuan, melabel kurang cerdas, hingga memberikan hinaan tajam yang dibalut dengan dalih sekadar candaan belaka. 

Mansplaining adalah ketika seorang pria menjelaskan sesuatu kepada wanita dengan cara yang terlalu percaya diri, tetapi juga merendahkan. Perilaku tersebut menyiratkan bahwa wanita tidak memiliki pengetahuan akan topik yang sedang dibicarakan. 

"Mereka melakukan gaslighting kepada pasangannya dan membuat mereka meragukan perspektif dan pengalaman mereka, atau menolak untuk berkompromi, bahkan enggan berinteraksi dengan pasangannya setelah konflik," ungkap pendiri Take Root Therapy, sekaligus terapis seni bersertifikat, Saba Harouni Lurie, LMFT.(kompas/hans)