Jember (jurnalbesuki.com) - Ribuan Mahasiswa Jember dipastikn akan segera menerima pencairan dana beasiswa bertema Cinta Bergema dari Pemerintah Kabupaten Jember pada anggaran tahun 2026. Beasiswa Cinta Bergema ini merupakan gagasan dari Bupati Jember H. Muhammad Fawait.
![]() |
| Foto: Bupati Jember Gus Fawait (Dok. istimewa) |
Kepada sejumlah awak media, Bupati Muda yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan, saat ada sekitar 7.162 Mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di 170 Perguruan Tinggi yang tersebar diberbagai Daerah termasuk yang tetap bertahan menempuh pendidikan pada lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Jember.
Fawait menyadari pentingnya percepatan proses pencairan beasiswa tersebut. Oleh karena itu dia menegaskan pemerintah saat ini tengah mengupayakan percepatan proses administrasi agar dana tersebut bisa segera ditransfer kepada penerima.
“Ini adalah kabar yang sangat dinantikan oleh adik-adik mahasiswa. Kami pastikan program beasiswa tetap berlanjut dan segera direalisasikan tahun ini. Kami ingin para mahasiswa kembali fokus pada studi mereka tanpa terbebani masalah finansial,” ujar Gus Fawait dengan nada optimis, Jumat 27 Maret 2026.
Sebagai bagian dari percepatan, Pemkab Jember akan menggelar agenda silaturahmi sekaligus sosialisasi teknis pencairan pada hari ini.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga merupakan tahapan krusial dalam melengkapi persyaratan administratif pencairan anggaran tahun 2026.
“Kami ingin bertemu langsung besok (Sabtu). Selain silaturahmi, agenda utamanya adalah persiapan teknis pencairan agar hak mahasiswa bisa segera diterima. Ini juga bentuk komitmen transparansi kami setelah banyak yang bertanya saat saya live media sosial kemarin,” tambah Kader Partai Gerindra itu menegaskan.
Sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember kini tengah bergerak cepat melakukan validasi data penerima. Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa ketelitian dalam penandatanganan dokumen dan verifikasi data sangat krusial.
“Kami ingin memastikan semua data valid dan akurat. Langkah verifikasi ini penting agar saat dana disalurkan ke rekening masing-masing mahasiswa, tidak ada lagi hambatan teknis atau kesalahan administratif yang mengganggu,” ulas Nurul Hafid.(memo/hans)

Komentar