Lumajang (jurnalbesuki.com) - Terjadinya musim kemarau basah ditahun ini, membuat para Petani di Kabupaten Lumajang mengeluh. Pasalnya intensitas serangan hama yang menyerang tanaman semakin meningkat dan merugikan masyarakat yang hidupnya bergantung pada hasil bumi. Salah satu hama yang dikhawatirkan adalah membludaknya tikus yang merusak tanaman.
Kondisi lembab sebagai akibat musim kemarau basah, menjadi penyebab perkembangan dan populasi hama tikus meningkat luar biasa. Akibatnya, banyak tanaman padi, jagung, kacang panjang yang menjadi sasaran sehingga rusak dan tidak bisa diharapkan hasil panennya.
"Hampir setiap hari kami selalu menjaga tanaman, tapi masih juga hancur oleh serangan tikus. Segala upaya mulai diracun hingga pakai ledakan agar mereka pergi tapi tak membuahkan hasil," ujar Idham Kholid, salah seorang petani Desa Kabuaran Kec. Kunir bercerita, Sabtu (02/07/2025).
Selama ini petani selalu terancam gagal panen jika hama tikus menjadi faktor perusak tanaman. "Petani disini sebenarnya sudah kompak melakukan pembasmian. Namun hama tikus masih saja terus merusak," tambah Idham.
Sementara, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lumaang, Arif Budiman ketika dikonfirmasi menjelaskan pihaknya sudah melakukan banyak tindakan untuk membasmi dan mangurangi serangan hama.
Akan tetapi faktor cuaca saat ini yang masuk kategori musim kemarau basah menjadi pemicu besarnya perkembangan berbagai jenis OPT tanaman baik jenis wereng, tikus dan hama jenis lainnya.
Sebagaimana diberitakan, para petani saat ini banyak yang terancam gagal panen. Kondisi cuaca yang relatif ekstrim menjadi pemicu besarnya populasi hama termasuk tikus. Biasanya, Kata Arif Budiman, Tikus biasa bersarang disekitar rerimbunan rumput Tanggul sungai maupun di galengan sawah yang berumput rimbun.(nang/hans)

Komentar