Kamera Pengintai Mati Sejak April 2025, Upaya Ungkap Pencurian Motor Mahasiswa KKN Sulit -->

Iklan Semua Halaman

Kamera Pengintai Mati Sejak April 2025, Upaya Ungkap Pencurian Motor Mahasiswa KKN Sulit

09/08/2025

Lumajang (jurnalbesuki.com) - Kasus hilangnya sepeda motor peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa perguruan tinggi Jember di Balai Desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang hingga kini masih dalam penyelidikan Aparat Penegak Hukum.


Namun penyelidikan untuk mengungkap kasus itu ternyata tidak mudah dilakukan. Pasalnya, perangkat CCTV yang dipasang dilokasi tersebut mati atau tidak berfungsi sejak bulan April 2025 lalu.

Foto: Kasi Humas Polres Lumajang (dok.beritasatu)

Padahal, seandainya perangkat kamera pengintai itu berfungsi maka Aparat Kepolisian yang menangani akan lebih mudah melaksanakan tugas pengungkapan. 


Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu mengungkapkan tim Kepolisian mengalami kendala serius untuk mengungkap kasus pencurian motor milik mahasiswa KKN tesebut. Pasalnya, CCTV di Balai Desa itu ternyata tidak berfungsi lama.


“Ketika melakukan penyelidikan, ternyata DVR CCTV di Balai Desa sudah mati sejak bulan April,” ungkap Ipda Untoro kepada sejumlah jurnalis kemarin.


Matinya CCTV itu menjadi kendala serius  dan menyulitkan petugas untuk menelusuri jejak pelaku. Padahal, Balai Desa itu merupakan fasilitas publik yang sangat membutuhkan kamera pengintai aktif. Matinya Digital Video Recorder (DVR) selama berbulan-bulan tanpa perbaikan pun memunculkan tanda tanya besar soal pengawasan dan tanggung jawab pengelola balai desa.


Kini, polisi harus bekerja ekstra mengandalkan saksi-saksi dan bukti lain yang terbatas. Sementara itu, publik mendesak agar ada evaluasi terhadap peran aparat desa dalam memastikan perangkat keamanan seperti CCTV berfungsi optimal.(nang/hans)