Inilah Jenis Transaksi Keuangan Anda Yang Dipantau Via Payment ID, 17 Agustus Mulai Operasi -->

Iklan Semua Halaman

Inilah Jenis Transaksi Keuangan Anda Yang Dipantau Via Payment ID, 17 Agustus Mulai Operasi

09/08/2025


jurnalbesuki.com - Uji coba sistem identita keuangan yang baru bernama Payment ID akan dimulai per Minggu tanggal 17 Agustus 2025 mendatang. Bank Indonesia yang menjadi pelaksana program tersebut menyebut bahwa Payment ID merupakan kode identitas keuangan digital yang berintegrasi langsung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).


Kode digital itu bertujuan agar profil individu dengan NIk-nya bisa terhubung dan bisa ditelusuri seluruh riwayat transaksi keuangan yang dilakukan seseorang. 


Uji coba tahap awal sistem ini difokuskan pada penyaluran bantuan sosial (bansos) non-tunai, sebagai bagian dari program perlindungan sosial (Perlinsos) pemerintah.


Jenis Transaksi yang Dipantau Payment ID

Dengan Payment ID, Bank Indonesia dapat memantau berbagai jenis transaksi keuangan yang dilakukan masyarakat, termasuk:


- Pemasukan dan pengeluaran pribadi

- Riwayat pinjaman, termasuk pinjaman daring (online lending)

- Investasi keuangan

- Transaksi perbankan dan dompet digital

- Transaksi melalui kanal pembayaran lainnya

- Transaksi yang mencurigakan, seperti perjudian online


Sistem ini dirancang untuk menjadi peta digital aktivitas keuangan seseorang, yang mencakup seluruh kanal pembayaran yang digunakan.


Payment ID digadang-gadang akan menjadi single source of truth dalam sistem pembayaran nasional. Fungsi tersebut mencakup tiga hal utama:

1. Mengidentifikasi profil pengguna secara menyeluruh, baik dari aspek identitas kependudukan maupun perilaku keuangannya.

2. Mengotentikasi transaksi, untuk menjamin validitas dan keabsahan data keuangan yang digunakan oleh lembaga keuangan.

3. Menghubungkan individu dengan catatan keuangannya secara lengkap, termasuk jejak transaksi di berbagai platform.


Dengan fungsi tersebut, Payment ID juga dapat membantu memetakan risiko finansial individu, mendeteksi potensi kredit macet, hingga mendukung evaluasi kelayakan pinjaman.(rubic/hans)